Kamis, 17 September 2026 16:39

TPA Tamangapa Mulai Berbenah, Sampah Organik Disiapkan Jadi Pakan Sapi

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Pemerintah Kota Makassar mulai menata ratusan sapi yang selama ini berkeliaran di sekitar kawasan TPA Tamangapa Antang. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Pemerintah Kota Makassar mulai menata ratusan sapi yang selama ini berkeliaran di sekitar kawasan TPA Tamangapa Antang. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

TPA Tamangapa Makassar mulai ditata. Pemkot menyiapkan ranch sapi dan memanfaatkan sampah organik dari rumah tangga serta pasar sebagai pakan.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala, Makassar, mulai ditata. Kawasan yang selama bertahun-tahun identik dengan gunungan sampah dan praktik open dumping itu kini diarahkan menjadi kawasan pengelolaan sampah yang lebih tertata.

Perubahan tersebut tidak hanya menyasar timbunan sampah. Pemerintah Kota Makassar juga mulai menata ratusan sapi yang selama ini berkeliaran di sekitar kawasan TPA.

Sejumlah sapi mulai ditempatkan di area penangkaran atau ranch yang disiapkan Pemerintah Kota Makassar. Konsepnya, ternak tidak lagi mencari makan di antara timbunan sampah, sementara sampah organik hasil pemilahan dari rumah tangga dan pasar diarahkan untuk dimanfaatkan sebagai pakan.

Baca Juga : KPK Soroti Empat Sektor Anggaran Pemkot Makassar, Appi Janji Tindak Lanjuti

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi mengatakan, penataan ranch diperlukan agar kebutuhan pakan ternak lebih terkontrol sekaligus mencegah sapi mengonsumsi sampah campuran yang berisiko.

“Makanya kita siapkan lokasi seperti kandang. Sampah organiknya hasil pemilahan sampah dari rumah warga dan pasar bisa menjadi pakan sapi,” kata Appi, Kamis (17/9/2026).

Penataan ini menjadi bagian dari upaya melokalisasi sapi yang masih berkeliaran di sekitar TPA. Pemerintah Kota Makassar berharap ternak dapat ditempatkan secara bertahap di kawasan yang telah disiapkan sehingga tidak lagi mengonsumsi sampah secara langsung.

Baca Juga : Cegah Korupsi dari Internal Birokrasi, Munafri Minta Kadis hingga Lurah Jaga Integritas

Selain menjadi tempat pemeliharaan, kawasan tersebut juga berpotensi dikembangkan sebagai ruang transaksi ternak. Lokasinya yang berdekatan dengan Rumah Potong Hewan (RPH) dinilai dapat memudahkan proses jual beli sapi.

“Di sini TPA dekat rumah potong hewan (RPH). Ini nanti bisa dijadikan ruang transaksi. Kalau mau beli sapi, transaksinya bisa di sini. Tinggal dilihat mana yang cocok,” ujarnya.

Menurut Munafri, pemusatan ternak juga memungkinkan kebutuhan pakan dan pemeliharaan dihitung secara lebih terukur. Karena itu, ia meminta PD Pasar dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menghitung kebutuhan pakan sapi secara cermat, termasuk memastikan seluruh ternak yang masih berkeliaran dapat secara bertahap masuk ke kawasan ranch.

Baca Juga : Festival Bulan Budaya Makassar Libatkan 400 Penari dan 38 UMKM, Seniman Beri Apresiasi

“Dihitung benar-benar berapa pakan, berapa yang harus disiapkan. Harus memastikan kebutuhan pakannya tercukupi ternak sapi setiap hari,” imbuh mantan CEO PSM tersebut.

Area makan sapi juga akan ditata menggunakan permukaan yang mudah dibersihkan. Sejumlah bagian direncanakan menggunakan paving untuk memudahkan proses pembersihan dan menjaga sanitasi kawasan.

“Kalau kandangnya di sini, kita bisa pastikan kebutuhannya, termasuk pakannya, tercukupi. Nanti beberapa area makannya di-paving, supaya gampang dibersihkan,” jelasnya.

Baca Juga : Sambut HUT ke-419 Makassar, DPPKB Gelar Pemilihan Duta GenRe dan Wisuda 350 Lansia

Dari Gunungan Sampah Menuju TPA yang Lebih Tertata

Penataan sapi merupakan salah satu bagian dari pembenahan TPA Tamangapa secara keseluruhan. Pemerintah Kota Makassar juga mendorong perubahan sistem pengelolaan kawasan menuju pola yang lebih tertata dan mengarah pada konsep sanitary landfill.

Timbunan sampah mulai ditata dan ditutup. Pengelolaan air lindi juga diperkuat melalui pemanfaatan teknologi EcoTru serta penambahan unit pengolahan.

Baca Juga : Munafri Soroti Jalur Laut dan Penjualan Online dalam Pengawasan Miras di Makassar

Saluran dan alur pengelolaan air lindi ditata untuk mengurangi risiko luapan yang berpotensi berdampak ke wilayah permukiman di sekitar TPA.

Di area timbunan, sejumlah pipa juga telah dipasang untuk mengalirkan dan mengelola gas metana yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah.

Munafri mengatakan pembenahan tersebut merupakan bagian dari upaya mengubah pola pengelolaan TPA agar dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar dapat semakin dikendalikan.

“Dulu TPA itu identik dengan sampah berserakan. Sekarang sudah ada penataan. Pada saat pembuangan, air lindi harus kita aman,” katanya.

Namun, menurut Munafri, pembenahan di TPA tidak cukup dilakukan hanya di lokasi pembuangan akhir. Pengurangan beban TPA harus dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga.

Karena itu, masyarakat didorong memilah sampah sejak dari rumah, terutama memisahkan sampah organik dan anorganik.

“Semakin sedikit sampah yang masuk ke TPA, semakin ringan pula beban sehingga kondisi TPA terlihat tertata,” tutup Appi. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#TPA Tamangapa #Sampah Organik #pakan sapi #ranch sapi #pengelolaan sampah #Pemkot Makassar #Munafri Arifuddin #DLH makassar #sanitary landfill #air lindi #gas metana #Antang #Manggala #Sampah Makassar
Youtube Jejakfakta.com