Jejakfakta.com, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin alias Appi mulai menyiapkan langkah antisipatif untuk menghadapi musim hujan.
Salah satunya dengan menjajaki pemanfaatan kendaraan penyedot berdaya tinggi dan kendaraan penyemprot bertekanan tinggi untuk mempercepat penanganan genangan, sekaligus membersihkan sedimentasi dan sampah yang menyumbat saluran air.

Penjajakan tersebut dilakukan melalui kerja sama antarkota (city-to-city) antara Kota Makassar dan Kota Yokohama, Jepang, yang difasilitasi Nippon Koei Co., Ltd.
Baca Juga : Resmi Pimpin Asprov PSSI Sulsel 2026–2030, Appi Siapkan Stadion dan Pembenahan Sepak Bola

Sebagai langkah awal, Wali Kota Munafri meninjau langsung demonstrasi penggunaan kendaraan penyedot dan penyemprot air tersebut di kanal depan Dankeslap TNI AD, Jalan Gunung Bawakaraeng, Makassar, Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, inovasi teknologi menjadi salah satu alternatif yang perlu dipertimbangkan untuk mempercepat respons pemerintah terhadap potensi genangan dan banjir di Kota Makassar.
"Ke depan, alat ini diharapkan bisa membantu mengantisipasi banjir dan genangan. Dengan begitu, penanganan air di kanal maupun selokan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif," ujar Munafri.
Baca Juga : Lepas Kontingen Porprov XVIII, Wali Kota Appi Targetkan 200 Medali Emas
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan infrastruktur drainase, terutama di kawasan permukiman dan titik-titik rawan banjir yang kerap terdampak saat hujan berintensitas tinggi.
Dalam peninjauan itu, Appi melihat langsung potensi pemanfaatan teknologi tersebut untuk membantu menangani persoalan drainase, khususnya pada saluran yang sulit dijangkau dan membutuhkan peralatan dengan daya sedot serta tekanan air tinggi.
"Tentu, antisipasi perlu kita lakukan sejak dini, terlebih berdasarkan prediksi cuaca dari BMKG, Makassar diperkirakan memasuki periode peningkatan curah hujan pada akhir November hingga awal Desember," tuturnya.
Baca Juga : Dampingi Mensos Gus Ipul, Appi Perkuat Gerakan Peduli Tetangga untuk Perluas Akses Bansos
Karena itu, Pemkot Makassar mulai mengidentifikasi kebutuhan peralatan yang dapat mendukung penanganan drainase secara lebih optimal, terutama di kawasan yang selama ini menjadi langganan genangan.
Bagi Munafri, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan ketika hujan berintensitas tinggi terjadi.
"Kita ingin memastikan seluruh saluran drainase yang menjadi titik rawan banjir bisa diantisipasi sejak awal," katanya.
Baca Juga : Di Kongres Pemuda Sulsel, Munafri Tegaskan Aspirasi Anak Muda Harus Jadi Aksi Nyata Pembangunan
"Ini merupakan ikhtiar untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan mempercepat penanganan apabila ada warga yang terdampak," sambung Ketua IKA FH Unhas itu.
Pada kesempatan tersebut, Munafri menilai salah satu tantangan dalam penanganan drainase di Makassar adalah keberadaan saluran yang tertutup serta penumpukan sedimen dan sampah yang menghambat kelancaran aliran air.
Kondisi tersebut membutuhkan dukungan peralatan yang mampu bekerja lebih efektif untuk mengangkat endapan, membersihkan kotoran, dan membantu memulihkan kapasitas saluran.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Terima Penghargaan Mensos RI atas Dedikasi Penanggulangan Bencana
Melalui demonstrasi teknologi dari Yokohama, Pemkot Makassar ingin melihat sejauh mana kendaraan penyedot dan penyemprot bertekanan tinggi dapat menjawab kebutuhan tersebut.
Appi menyebutkan, sistem kendaraan penyedot berpotensi dimanfaatkan untuk mengurangi genangan dengan memindahkan air ke kanal utama atau saluran pembuangan yang sesuai.
Sementara itu, semprotan bertekanan tinggi dapat membantu membersihkan kotoran dan endapan yang melekat pada saluran.
Teknologi tersebut juga berpotensi mendukung pembersihan sedimen dan sampah di titik-titik tertentu yang sulit ditangani menggunakan metode konvensional.
"Kota Makassar memiliki banyak saluran, termasuk yang tertutup. Karena itu, kita membutuhkan alat yang bisa membantu proses penyedotan dan pembersihan secara lebih maksimal, sehingga persoalan sampah dan sedimentasi di saluran dapat ditangani dengan lebih baik," ungkapnya.
Meski demikian, Munafri menegaskan bahwa demonstrasi ini merupakan tahap awal untuk menilai kesesuaian teknologi dengan kondisi drainase di Kota Makassar, termasuk efektivitas, kebutuhan operasional, dan manfaatnya bagi penanganan banjir.
Pemkot Makassar akan memantau hasil penjajakan tersebut sebelum menentukan langkah pemanfaatan lebih lanjut.
Lebih jauh, Munafri mengatakan bahwa penjajakan teknologi ini merupakan bagian dari pendekatan penanganan banjir yang tidak hanya berfokus pada respons saat genangan terjadi, tetapi juga pada upaya pencegahan melalui pemeliharaan saluran air.
"Selain itu, pembersihan sedimen, pengangkatan sampah yang menyumbat aliran, serta pemeliharaan kanal dan drainase menjadi langkah penting untuk menjaga kapasitas saluran tetap optimal," imbuh Appi.
Dengan dukungan peralatan yang tepat, proses penanganan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, terutama ketika diperlukan respons darurat untuk mengurangi genangan di jalan maupun kawasan permukiman.
Munafri berharap penjajakan kerja sama dengan Kota Yokohama dapat membuka peluang penerapan teknologi yang sesuai dengan karakteristik wilayah Makassar dan kebutuhan penanganan banjir di lapangan.
Bagi Appi, kesiapsiagaan menghadapi musim hujan membutuhkan kombinasi antara perencanaan, pemeliharaan infrastruktur, pemanfaatan teknologi, dan respons cepat terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat.
"Melalui langkah antisipatif ini, kita berupaya memastikan penanganan genangan dan banjir dapat dilakukan secara lebih terukur, efektif, dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan warga," pungkasnya. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



