Selasa, 27 Oktober 2026 11:35

Di Kongres Pemuda Sulsel, Munafri Tegaskan Aspirasi Anak Muda Harus Jadi Aksi Nyata Pembangunan

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menghadiri Kongres Pemuda Sulawesi Selatan 2026 di Aula Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sulsel, Jalan A.P. Pettarani, Makassar, Selasa (27/10/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menghadiri Kongres Pemuda Sulawesi Selatan 2026 di Aula Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sulsel, Jalan A.P. Pettarani, Makassar, Selasa (27/10/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Munafri Arifuddin menegaskan aspirasi pemuda harus menjadi aksi nyata pembangunan dalam Kongres Pemuda Sulawesi Selatan 2026 di Makassar.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Menyambut Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk terus membuka ruang dialog dan menyediakan wadah bagi generasi muda dalam menyampaikan aspirasi.

Menurut Appi, pemuda tidak cukup hanya didengar, tetapi juga harus dilibatkan secara aktif dalam merumuskan solusi, menyusun kebijakan, hingga mengawal pelaksanaan program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Appi saat memberikan sambutan pada Kongres Pemuda Sulawesi Selatan 2026 yang mengusung tema “Dari Aksi Menjadi Kebijakan: Mengakar, Berdampak, dan Berkelanjutan” di Aula Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sulsel, Jalan A.P. Pettarani, Makassar, Selasa (27/10/2026).

Baca Juga : Resmi Pimpin Asprov PSSI Sulsel 2026–2030, Appi Siapkan Stadion dan Pembenahan Sepak Bola

“Melalui Kongres Pemuda ini, Pemerintah Kota Makassar memiliki momentum penting untuk mendengarkan saran dan aspirasi generasi muda,” ujar Appi.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Basaibu Wiki-Sulsel bersama Rumah Budaya Rumata ini menjadi momentum untuk memperkuat peran pemuda dalam pembangunan daerah, termasuk mendorong pelestarian bahasa daerah melalui pemanfaatan teknologi dan platform digital.

Pada kesempatan tersebut, Appi menilai keterlibatan generasi muda sangat penting untuk memastikan arah pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada kebutuhan saat ini, tetapi juga mampu menjawab tantangan masa depan.

Baca Juga : Lepas Kontingen Porprov XVIII, Wali Kota Appi Targetkan 200 Medali Emas

“Pemuda tidak hanya perlu didengar, tetapi harus dilibatkan dalam merumuskan solusi dan kebijakan yang menyangkut masa depan daerah kita,” tegasnya.

Menurutnya, pemuda merupakan pilar masa depan bangsa yang memiliki perspektif segar, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Mendengarkan suara mereka bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis untuk membangun kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan.

Ia berharap Kongres Pemuda Sulawesi Selatan dapat menjadi ruang strategis untuk menghimpun gagasan, kreativitas, dan inovasi anak muda, sekaligus menjembatani aspirasi mereka agar dapat diterjemahkan menjadi kebijakan nyata.

Baca Juga : Antisipasi Banjir, Pemkot Makassar Jajaki Teknologi Penyedot dan Penyemprot Air dari Yokohama

“Pemuda membawa ide-ide kreatif dan penguasaan teknologi yang adaptif terhadap tantangan modern,” tuturnya.

Oleh karena itu, Munafri menuturkan bahwa proses pembangunan jangka panjang membutuhkan pemikiran dari seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda yang akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah kemajuan daerah.

Karena itu, Appi mendorong agar gagasan yang lahir dari kongres tidak berhenti sebagai rekomendasi di atas kertas, tetapi ditindaklanjuti melalui program konkret yang melibatkan pemuda sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

Baca Juga : Dampingi Mensos Gus Ipul, Appi Perkuat Gerakan Peduli Tetangga untuk Perluas Akses Bansos

“Kita tidak bicara hanya tentang bonus demografi, tetapi bagaimana bonus demografi ini mampu menjadi sumber energi, kreativitas, dan inovasi yang menggerakkan perubahan,” jelasnya.

Untuk memperluas ruang partisipasi anak muda, Pemerintah Kota Makassar menghadirkan Makassar Creative Hub (MCH) sebagai wadah interaksi, pengembangan keterampilan, dan akselerasi kreativitas generasi muda.

Appi menjelaskan bahwa ruang tersebut dirancang untuk menjangkau anak muda dari berbagai latar belakang, termasuk pelajar SMA dan SMK yang tidak secara langsung berada dalam lingkup kewenangan pendidikan dasar pemerintah kota.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Terima Penghargaan Mensos RI atas Dedikasi Penanggulangan Bencana

Melalui Makassar Creative Hub, pemerintah ingin memastikan anak muda memiliki tempat untuk menuangkan ide, mengembangkan potensi, meningkatkan keterampilan (upskilling), serta melahirkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Makassar Creative Hub ini dibangun menjadi ruang interaksi dan akselerasi bagi pemuda untuk meningkatkan kemampuan diri mereka,” ungkapnya.

Ia mengakui bahwa penyediaan infrastruktur dan ruang kreativitas bagi generasi muda masih perlu terus diperluas. Karena itu, Pemkot Makassar berkomitmen memaksimalkan pengembangan fasilitas tersebut selama lima tahun masa kepemimpinannya.

Appi menargetkan Makassar Creative Hub dapat hadir di 15 kecamatan di Kota Makassar sehingga semakin banyak anak muda yang memiliki akses terhadap ruang pengembangan diri, kolaborasi, dan inovasi.

Selain pengembangan kreativitas, Appi juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk menjaga keberlanjutan bahasa dan budaya daerah.

“Tentu, kemajuan teknologi harus menjadi peluang bagi generasi muda untuk memperkenalkan, mendokumentasikan, dan mengembangkan bahasa daerah agar tetap relevan di tengah perubahan zaman,” kata Appi.

Ia menambahkan bahwa Kongres Pemuda Sulawesi Selatan diharapkan dapat melahirkan gagasan yang menghubungkan pelestarian budaya dengan perkembangan teknologi. Dengan demikian, warisan lokal tidak hanya dipertahankan, tetapi juga dapat diakses dan dipelajari oleh generasi berikutnya.

Menurut Appi, upaya tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, pegiat digital, dan pemuda sebagai pelaku utama yang memahami perkembangan teknologi serta dinamika generasinya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjalankan seluruh program pembangunan. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menjangkau kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.

“Tidak boleh ada yang terlewat, tidak boleh ada yang tertinggal, dan tidak boleh ada yang tidak kelihatan,” imbuh mantan CEO PSM Makassar tersebut.

Lebih jauh, Appi berharap Kongres Pemuda Sulawesi Selatan dapat menjadi ruang lahirnya gagasan lintas sektor, mulai dari lingkungan, teknologi, dan perubahan iklim hingga berbagai persoalan yang dirasakan langsung oleh generasi muda.

Ketua terpilih Partai Demokrat Sulawesi Selatan itu juga berpesan agar kongres tersebut diselenggarakan secara berkelanjutan dengan cakupan peserta yang semakin luas, melibatkan pemuda dari seluruh wilayah Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar.

Pemkot Makassar, lanjutnya, terbuka untuk terus mendukung penyelenggaraan kongres sebagai ruang dialog sekaligus wadah untuk mempertemukan gagasan anak muda dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Appi mengajak seluruh peserta memanfaatkan momentum tersebut secara serius untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti bersama pemerintah.

“Jadilah generasi yang tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga mampu mengubah aspirasi menjadi aksi, dan aksi menjadi dampak bagi masyarakat,” pesannya.

Ia berharap Kongres Pemuda Sulawesi Selatan 2026 mampu melahirkan rekomendasi, kolaborasi, dan komitmen berkelanjutan yang memperkuat kontribusi generasi muda bagi kemajuan Sulawesi Selatan dan Kota Makassar.

“Kami berharap semangat Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi peringatan tahunan, tetapi juga tercermin dalam keterlibatan nyata anak muda untuk menjaga identitas budaya, menghadirkan inovasi, dan ikut menentukan masa depan Kota Makassar tercinta,” tutup Appi. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Munafri Arifuddin #Kongres Pemuda Sulawesi Selatan 2026 #Kongres Pemuda Sulsel #Hari Sumpah Pemuda 2026 #Pemkot Makassar #aspirasi pemuda #pembangunan daerah #Makassar Creative Hub #MCH Makassar #Pemuda Makassar #Pemuda Sulawesi Selatan #pelestarian bahasa daerah #Rumah Budaya Rumata #Basaibu Wiki-Sulsel
Youtube Jejakfakta.com