Jejakfakta.com, Jayapura – Gempa berkekuatan magnitude 5,4 mengguncang Jayapura - Papua pada Kamis (9/2). Menurut Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di 2.60 LS dan 140.66 BT pada kedalaman 10 km dan berdampak di Kota Jayapura dan Kecamatan Jayapura Utara.
Pemkot Jayapura telah menetapkan Status Tanggap Darurat hingga 21 hari pasca Gempa sejak 9 Februari 2023.

Menanggapi kondisi tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) berkoordinasi dengan BPBD dan pemerintah daerah setempat untuk segera menyalurkan bantuan makanan dan komunikasi bagi masyarakat yang terdampak.
Baca Juga : Pengurus RAPI Pangkep Masa Bakti 2025-2029 Resmi Dikukuhkan, Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah
SVP - Head of Region Kalisumapa Indosat Ooredoo Hutchison, Prio Sasongko, mengatakan, bantuan tersebut disalurkan ke beberapa titik di Kelurahan Tanjung Ria dan Kelurahan Bayangkara.
“Kami menyalurkan bantuan makanan dan komunikasi kepada warga yang terdampak langsung sehingga harus mengungsi di Kelurahan Tanjung Ria dan Kelurahan Bayangkara," ujar Prio Sasongko melalui siaran pers yang diterima Jejakfakta.com, Minggu (12/2/2023).
Sementara itu, District Operation Head Kalisula Indosat Ooredoo Hutchison, Rusdi Mardan, menambahkan, IOH juga memastikan kondisi jaringan pasca gempa terpantau aman, sehingga masyarakat di Kota Jayapura dapat terus terhubung dan terlayani dengan baik.
Baca Juga : Demo Tolak MBG, Amnesty Minta Hentikan Intimidasi Siswa di Papua
“Kami memastikan, kondisi jaringan IOH dalam kondisi normal. Tim teknis kami juga terus memantau secara berkala. Kami berupaya menjaga keandalan dan kestabilan jaringan IOH sehingga masyarakat dapat terus berkomunikasi secara lancar dengan keluarga maupun kerabat," terangnya.
Bagi IOH, kata Rusdi, sejalan dengan misi IOH untuk memberikan pengalaman digital kelas dunia. "Menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia,” jelasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




