Jejakfakta.com, GOWA – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa, Andi Tenri Indah Darmawangsyah, mengajak seluruh kader PKK di tingkat kabupaten, kecamatan, desa, dan kelurahan menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat mengenai pencegahan perkawinan usia anak.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Usia Anak (CEPAK) dan Sosialisasi Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI) yang diselenggarakan Pokja I TP PKK Kabupaten Gowa di Hotel Horison Ultima Makassar, Selasa (3/11).

Dalam sambutannya, Andi Tenri Indah menegaskan bahwa perkawinan anak merupakan persoalan serius yang dapat mengancam masa depan generasi muda, terutama dari aspek kesehatan, pendidikan, dan kesiapan mental.
Baca Juga : Golkar Sulsel Tanam 62 Pohon di Malino, IAS Dorong Kader Jadi Pelopor Pelestarian Lingkungan

"Ketika sebuah ikatan pernikahan dipaksakan terjadi di usia anak, di mana organ reproduksi belum siap dan kondisi psikologis masih labil, maka yang kita pertaruhkan adalah masa depan anak-anak kita," ujarnya.
Ia menjelaskan, perkawinan anak dan stunting memiliki keterkaitan erat. Anak yang menikah pada usia dini berisiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan kondisi kurang gizi maupun mengalami stunting akibat ketidaksiapan fisik dan kesehatan ibu.
Menurutnya, upaya mencegah perkawinan anak juga merupakan langkah penting untuk menyelamatkan generasi masa depan agar dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Baca Juga : Andi Tenri Indah Tutup Bimtek Posyandu Era Baru Kabupaten Gowa
"Memerangi perkawinan anak sama artinya dengan menyelamatkan generasi masa depan. Karena itu, kita harus bersama-sama mengambil peran dalam mencegah praktik ini," tegasnya.
Andi Tenri Indah juga mengajak seluruh kader PKK memaksimalkan peran keluarga dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pendewasaan usia perkawinan.
“Pernikahan itu harus siap, bukan sekadar cepat. Berikan ruang bagi anak-anak kita untuk menuntaskan wajib belajar mereka dan mengejar cita-citanya,” pesannya.
Baca Juga : Armin Mustamin To Putiri Ingatkan Pengurus Golkar: Jabatan Bukan Tujuan, Pengabdian Jadi Ukuran Kader
Pada kesempatan tersebut, Andi Tenri Indah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, narasumber, serta lintas sektor yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan sosialisasi tersebut.
Ia berharap, kegiatan ini dapat memperkuat komitmen bersama dalam melindungi anak-anak dari bahaya perkawinan usia dini.
"Dengan semangat kebersamaan, mari kita satukan komitmen untuk melindungi anak-anak kita dari bahaya perkawinan usia anak serta menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis, aman, dan suportif," tutupnya.
Baca Juga : Yellow Riding dan Yellow Camp, Cara Golkar Sulsel Bangun Kekompakan Pengurus di Malino
Sementara itu, Ketua Bidang I TP PKK Kabupaten Gowa, Suryanti Andy Azis, menekankan pentingnya penguatan pola asuh orang tua di era digital serta pencegahan perkawinan usia anak melalui edukasi yang melibatkan kader PKK hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.
Menurutnya, perkawinan anak masih menjadi perhatian bersama karena dapat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap kesehatan, pendidikan, psikologis, kehidupan sosial, serta masa depan anak.
“Oleh karena itu, melalui Pokja I TP PKK Kabupaten Gowa, dilaksanakan kegiatan sosialisasi PAAREDI dan CEPAK sebagai bentuk komitmen TP PKK Kabupaten Gowa dalam meningkatkan kualitas keluarga, melindungi anak, serta mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berkualitas,” ujarnya.
Baca Juga : Plt Bupati Gowa Ajak Generasi Muda Jadi Pemimpin Masa Depan yang Tangguh
Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan mendorong peningkatan peran orang tua dalam mencegah perkawinan anak serta memperkuat peran dan tugas kader PKK di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan dalam melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
"Kami berharap, melalui kegiatan tersebut, para kader PKK dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan edukasi kepada keluarga dan masyarakat, khususnya mengenai pentingnya pola asuh yang tepat serta perlindungan anak dari praktik perkawinan usia dini," pungkasnya. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



