Selasa, 21 Maret 2023 18:46

Pertumbuhan Ekonomi di Sulsel Meningkat 5,09 Persen, Nugroho Wahyu: Dipengaruhi Impor Barang Bekas Cakar

Editor : Nurdin Amir
Penulis : Ira Krisanti Wulandari
Konferensi Pers penyampaian update APBN Nasional dan Regional Makassar di Makassar, Selasa (21/3/2023). @Jejakfakta/Ira Wulandari
Konferensi Pers penyampaian update APBN Nasional dan Regional Makassar di Makassar, Selasa (21/3/2023). @Jejakfakta/Ira Wulandari

Pertumbuhan ekonomi regional Sulawesi Selatan meningkat 5,09 persen dari per Februari 2023. Ini dipengaruhi oleh nilai konsumsi masyarakat meningkat, salah satunya melalui penjualan barang impor bekas.

Jejakfakta.com, Makassar - Kondisi perekonomian terkini di banyak negara besar masih dalam zona ekspansi, salah satunya Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (PPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Suminto saat Konferensi Pers penyampaian update APBN Nasional dan Regional Makassar di Aula Kementerian Keuangan Kota Makassar, Selasa (21/3/2023).

Suminto menjelaskan, persedian komoditas pangan di Indonesia masih terpantau tinggi seperti kedelai dan jagung. Namun, harga komoditas energi menurun.

Baca Juga : Raih Dua Rekor MURI, 24.913 Pelajar Menari Paddupa Kenakan Baju Bodo

"Prospek ekonomi domestik masih kuat, pertumbuhan kreatif masih berada pada level yang tinggi. Juga dengan sektor pariwisata yang menunjukkan angka kunjungan wisatawan terus meningkat signifikan," jelasnya.

Selain itu, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai Subagsel, Nugroho Wahyu mengatakan, pertumbuhan ekonomi regional Sulawesi Selatan meningkat 5,09 persen dari per Februari 2023. Ini dipengaruhi oleh nilai konsumsi masyarakat meningkat, salah satunya melalui penjualan barang impor bekas.

"Hasil penjualan barang impor bekas berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi regional," katanya.

Baca Juga : KM Umsini Terbakar Pelabuhan Makassar, PT. Pelni Sebut Sumber Api Berasal dari Kamar Mesin

Nugroho memberikan contoh penjualan barang impor bekas yang umumnya dikenal sebagai pakaian Cakar (Cap Karung) di Parepare sangat mempengaruhi nilai pertumbuhan ekonomi.

Menanggapi terkait larangan penjualan pakaian bekas khususnya di Parepare, Sulawesi Selatan, Nugroho menegaskan, bahwa larangan impor Cakar sudah lama diantisipasi oleh pemerintah melalui pencegahan barang bekas masuk ke dalam negeri.

"Cakar yang masuk ke Parepare seluruhnya tidak berasal dari luar negeri, wewenang Bea cukai Regional hanya melakukan pengawasan dan penangkapan apabila ada oknum yang mengimpor barang bekas dari luar negeri," jelasnya.

Baca Juga : Inflasi Sulawesi Selatan Terkendali di Angka 2,42% YoY

Menanggapi tekait ancaman resesi 2023, kata Suminto, resesi tidak seperti yang dibayangkan oleh masyarakat. Buktinya, nilai komsumsi masyarakat masih kuat.

"Peningkatan perekonomian secara nasional belum meningkat signifikan, namun pemerintah tetap optimis pertumbuhan ekonomi akan terus berkembang, diimbangi dengan faktor konsumsi yang cukup kuat dan inflasi yang terkendali," katanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Kemenkeu di Makassar, Supendi menjelaskan, APBN yang disalurkan per bulan Februari 2023 untuk pembayaran tiga aspek, yakni pendidikan, PUPR dan kesehatan.

Baca Juga : Sulawesi Memimpin Integrasi Geospasial, Memulai Revolusi dengan Target Peta Skala 1:5.000 Tahun Depan

"Total dana yang disalurkan untuk 25 pemerintahan daerah kabupaten/kota di Sulawesi Selatan sebanyak 18 Triliun," jelasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Kementerian Keuangan #Makassar #persedian komoditas pangan #Pertumbuhan Ekonomi #Sulawesi Selatan #barang bekas #Cakar
Youtube Jejakfakta.com