Selasa, 21 Maret 2023 22:19

Target 154 Ribu Batang di Wilayah Bosowasi, DKP Sulsel Tanam Mangrove di Desa Polewali Bone

Editor : Nurdin Amir
Penanaman pohon bakau sebanyak 36 ribu batang di wilayah pesisir di Desa Polewali, Kecamatan Kajuara, Bone, Senin (20/3/2023). @Jejakfakta/Ist.
Penanaman pohon bakau sebanyak 36 ribu batang di wilayah pesisir di Desa Polewali, Kecamatan Kajuara, Bone, Senin (20/3/2023). @Jejakfakta/Ist.

Program ini sebagai wujud peduli lingkungan, termasuk mencegah abrasi pantai dan pelestarian tanaman mangrove.

Jejakfakta.com, Makassar - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan kembali melakukan penanaman mangrove.

Melalui Cabang Dinas Kelautan Bosowasi dilakukan penanaman pohon bakau sebanyak 36 ribu batang di wilayah pesisir di Desa Polewali, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Senin (20/3/2023).

Penanaman mangrove ini dipimpin oleh Kepala CDK Bosowasi Herimisniaty, Camat Kajuara, Kepala Desa Polewali, Penyuluh Perikanan.

Baca Juga : Lestarikan Pesisir di Hari Nusantara, DKP Sulsel Tanam 78 Ribu Mangrove di Bone

Serta diikuti dari mahasiswa Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone, masyarakat pesisir, pemerhati lingkungan, dan jajaran CDK Bosowasi.

Penanaman mangrove ini menjadi salah satu program prioritas andalan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

Dimana selama tahun 2023 ini, Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel menargetkan penanaman mangrove sebanyak 730 ribu batang. Untuk diwilayah Bone, Soppeng, Wajo, Sinjai (Bosowasi) ditargetkan 154 ribu batang.

Baca Juga : Putra Asal Bone Ditunjuk Jokowi Jadi Pj Gubernur Sulsel, Ini Profil Bahtiar

"Alhamdulillah, hari ini kembali dilakukan penanaman oleh CDK Bosowasi sebanyak 36 ribu batang mangrove di Desa Polewali, Kecamatan Kajuara," ujar Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dalam keterangannya.

Andi Sudriman menyebutkan, bahwa program ini sebagai wujud peduli lingkungan, termasuk mencegah abrasi pantai dan pelestarian tanaman mangrove.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Muhammad Ilyas, menyampaikan, urgensi penanaman mangrove untuk merehabilitasi ekosistem.

Baca Juga : Perkembangan Mangrove yang Ditanam SPJM, 90% Tetap Hidup

"Mangrove itu sendiri juga sebagai upaya menjaga kesinambungan sumberdaya perikanan laut di Provinsi Sulsel dan mendukung pembangunan hijau dan rendah karbon," jelasnya.

"Kegiatan penanaman mangrove ini juga bagian dari program prioritas Gubernur Bapak Andi Sudirman, sebagai upaya merehabilitasi ekosistem pesisir," kata Kepala CDK Bosowasi, Herimisniaty. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#penanaman Mangrove #pohon bakau #Pesisir #Bone #CDK Bosowasi #Mencegah abrasi pantai
Youtube Jejakfakta.com