Selasa, 19 September 2023 07:24

Pemuda Bertanya ke Hasan al-Bashri: Aku Sering Berbuat Dosa tapi Kenapa Allah tidak Menghukumku?

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bukankah DIA telah menyibukkanmu dengan cinta, ketenaran dan harta? Bukankah hatimu terasa berat untuk taat padaNYA? Bukankah DIA mudahkan bagimu melakukan dusta, gossip dan ghibah?

Seorang pemuda mendatangi Imam Hasan al-Bashri dan berkata kepadanya: “Aku dengar bahwa setiap dosa ada hukumannya, aku sering berbuat dosa kepada Allah, kenapa DIA tidak menghukumku?”

Al-Hassan Al-Basri: “Anakku, sudah berapa banyak Allah telah menghukummu tanpa kamu sadari.”

Pemuda: “Bagaimana bisa begitu?”

Baca Juga : Isra’ Mi’raj dan Kepemimpinan

Al-Hassan Al-Basri:

▪️Bukankah DIA telah mencabut darimu manisnya bermunajat padaNYA?

▪️ Bukankah hari-harimu berlalu tanpa tilawah Al-Quran?

Baca Juga : Ketika Nabi Tenangkan Pohon Kurma yang Menangis

▪️Bukankah kamu telah melewatkan malam-malam panjang tanpa melakukan Qiyam?

▪️ Bukankah lidahmu tertahan untuk tidak menyebut AsmaNYA?

▪️ Bukankah DIA telah menyibukkanmu dengan cinta, ketenaran dan harta ?

Baca Juga : Ciri Seseorang belum Dewasa Secara Emosional

▪️Bukankah hatimu terasa berat untuk taat padaNYA?

▪️ Bukankah DIA mudahkan bagimu melakukan dusta, gossip dan ghibah?

▪️ Bukankah Dia yang menjadikanmu lupa akhirat dan menjadikan dunia pusat perhatian terbesarmu?

Baca Juga : Cara Uji Orang yang Dapat Dipercaya, Resep Umar

▪️ Bukankah musim kebaikan telah berlalu, Ramadhan, 4 bulan Haram, enam hari Syawal, sepuluh hari Dzulhijjah, belum maksimal kamu manfaatkan sebagaimana mestinya?

▪️ Siksa Allah yang paling ringan bisa kamu rasakan, berupa anak, keluarga, Kesehatan dan harta, namun siksaNYA yang paling besar tak terasa di dalam lubuk hatimu.

Siksa Allah paling besar tanpa kamu sadari, justru Dia bukakan kepadamu pintu dunia yang membuatmu lupa Akhiratmu,

Baca Juga : Cara Mengetes Calon Saksi Persidangan ala Umar bin Khattab

Dia bukakan kepadamu ilmu duniawi yang mengalihkan perhatianmu dari ilmu akhiratmu.

Dia memberimu banyak harta tetapi merampas kenikmatanmu dalam beribadah.

Telah banyak Allah menghukummu tanpa kamu sadari!!

Dan ini adalah bentuk hukuman yang seberat-beratnya.

Tidak ada hukuman yang paling berat melebihi berpalingnya Allah padamu.

Dia tidak lagi mau ‘berbicara’ dan ‘mendengar’ mu, 

DIA biarkan kamu terlena panjang dalam kesibukan dan kenikmatan dunia.

Cukuplah Allah menarik nikmat dan kelezatan tahajjud dalam dirimu itu sebagai hukuman kepadamu.

Sejak kecil, Hasan al-Bashri telah mendapatkan doa dan kasih sayang dari para kekasih Allah. Pernah suatu ketika di masa balita, ia ditinggal bekerja oleh ibunya. Iba melihat Hasan al-Bashri kecil menangis maka Ummu Salamah, istri Rasulullah saw pun menimangnya serta menyusuinya.

Umar bin Khattab mendoakan Hasan al-Bashri kecil, “Ya Allah, ajarkanlah ilmu agama kepada anak kecil ini dan buatlah umat mencintainya” (Syamsuddin adz-Dzahabi, Siyar A’lam an-Nubala’, [Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah], 2007, vol. IV: 565).

Menurut sejarah, Hasan al-Bashri lahir di daerah Rabadzah, sebuah dataran berjarak 170 km dari kota Madinah pada tahun 21 Hijriah. Kemudian, ia dibawa keluarganya ke kota Madinah dan menetap di rumah Ummu Salamah, istri Rasulullah.(Islampos dan Muhammad Tholhah al Fayyadl-NUonline).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Hasan al-Bashri #Umar bin Khattab ra #Ummu Salamah
Youtube Jejakfakta.com