Jakarta, jejakfakta - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengoreksi makna perkataan tentang Partai NasDem bubar jika kader kedapatan korupsi.
Klarifikasi Surya Paloh saat menjawab pertanyaan wartawan Republika, Eva Rianti, dalam konferensi pers di Nasdem Tower, Gondangdia, Menteng, Jakarta, Kamis (5/10/2023).

Eva: izin Pak, Pak Surya, Eva dari media Republika, ingin bertanya, Pak. Delapan tahun yang lalu, pada tanggal 3 Juni 2015, Pak Surya Paloh pernah menjanjikan bahwa akan membubarkan partai jika kedapatan kadernya korupsi. Sejak tahun itu, ada banyak kejadian korupsi dari kader Nasdem, baik kepada daerah dan sekarang menteri, setelah Pak Plate [Johnny G Plate], sekarang SYL [Syahrul Yasin Limpo], bagaimana, Pak, terkait dengan itu?
Baca Juga : Real Count KPU 70,61%: Anies-Muhaimin 24,35%, Prabowo-Gibran 58,32%, Ganjar-Mahfud 17,33%
Surya Paloh: bagus ini pertanyaan untuk klarifikasi.
ada rekam jejaknya?
supaya teman-teman tahu
Baca Juga : Isi Pertemuan Presiden Jokowi dan Ketum Nasdem Surya Paloh, Pertama Kalinya Sejak Hajatan Pemilu 2024
gimana?
bacakan!
Eva: di pemberitaan Republika, Pak.
Baca Juga : KPK Ungkap Uang Tersangka SYL Juga Mengalir ke Partai NasDem
Surya Paloh: Republika? Yang menulis Republika dan ditanya oleh Republika.
Kapan saya bicara, kepada siapa saya bicara, di mana audiens?
Eva: 3 Juni 2015 saat pembekalan caleg Partai NasDem.
Baca Juga : KPK Tahan Tersangka Syahrul YL
Surya: Iya. Tidak demikian meaningnya. Nggak ada lebih tolol, ketua umum partai mengatakan, kalau ada kader partai yang korupsi, partai dibubarkan, bodoh dia.
Eva: jadi itu tidak benar, Pak?
Surya Paloh: Nggak, itu saya salah, karena memang tidak ada itu, meaning bukan begitu. Jadi makna yang sesungguhnya bukan itu. Spirit semangat kita untuk antikorupsi, nggak ada artinya kita ini kalau kader kita hanya bisa melakukan perbuatan tercela, untuk apa kita punya institusi seperti ini. Spirit adalah seperti itu. Jadi bukan letterlek, ada kader partai, siapa biasa menjamin kader itu, punyusup bisa masuk jadi kader partai kita hari ini, kemudian dia melakukan perbuatan tercela. Kemudian pada anak-anak negeri yang datang dengan penuh cita-cita, idealisme, pengabdian, berjuang bersama dalam satu partai, tapi menjadi korban karena satu dua tiga orang yang tidak tepat, itu tidak benar. Jadi, saya intinya mengkoreksi itu, bukan itu sesungguhnya.
Baca Juga : KPK Periksa Tersangka SYL hingga Jelang Subuh, Lanjut Hari Ini
Eva: bukan itu maksudnya?
Surya Paloh: Baik, terima kasih.
Konferensi pers digelar setelah Surya Paloh memberi instruksi kepada kader NasDem Syahrul Yasin Limpo yang tersandung dugaan kasus korupsi tiga klaster di Kementerian Pertanian.

Surya Paloh memerintahkan SYL mundur dari jabatan Menteri Pertanian, guna mengikuti proses hukum yang diusut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Hari yang sama, SYL mengajukan surat pengunduran diri kepada Presiden melalui Mensesneg Pratikno. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




