Gaza - Penjajah Israel terus melakukan memerangi rakyat Palestina di Gaza. Mereka mengebom dan menembak mati warga sipil seraya memblokade segala sarana hingga bantuan apa saja masuk ke Gaza.
"Kami segera meminta agar makanan dan pasokan medis diizinkan masuk ke Jalur Gaza tetapi Israel menolaknya," kata pejabat Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Hussein Al Sheikh, dikutip dari Aljazeera, Rabu (11/10/2023),

Hussein, melalui media, meminta organisasi kemanusiaan dan komunitas internasional untuk turun tangan menghentikan kekejaman Israel.
"Jalur Gaza menghadapi bencana kemanusiaan yang besar," katanya.
Informasi yang dihimpun, lebih 700 warga Palestina meninggal dunia dan kurang lebih 4000 korban luka akibat serangan Israel ke Jalur Gaza sejak Sabtu (7/10/2023) hingga detik ini.
Israel bersama sekutunya, Amerika Serikat, saat ini mengepung total Gaza. Pasukan pendudukan Israel terus menyerang dari darat dan udara. Sementara dari laut, Amerika membantu Israel dengan Kapal Induk serta berbagai armada penghancur.
Baca Juga : Putusan Mahkamah Internasional Gagal Perintahkan Gencatan Senjata
Rakyat Palestina yang berusaha membela saudaranya, kontan saja dibunuh oleh Israel. Seperti direkam Aljazeera di Yerusalem Timur, Selasa (10/10/2023), dua warga Palestina tewas ditembaki oleh polisi Israel.
Tentara Israel juga membunuh seorang warga Palestina dan melukai tiga lainnya di pos pemeriksaan Al Jalameh di Tepi Barat.
Di pos pemeriksaan Huwara, dekat Nablus, pasukan Israel menembaki sebuah taksi, melukai tiga pria Palestina.
Baca Juga : Aktivis Iklim Greta Thunberg: Tidak Ada Seorang Pun yang Boleh Tinggal Diam ketika Genosida Berlangsung
Makin ke muka, pasukan penjajah Israel dan sekutunya, makin menghimpit Gaza dengan armada tempur sambil menggempur dari udara. Korban terus berjatuhan.
Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam perbuatan pemerintah Amerika Serikat (AS) yang membantu penjajah Israel. Amerika telah mengerahkan kapal induk ke Palestina untuk menyokong Israel dalam memerangi pejuang Palestina Hamas.
"Apa yang dilakukan kapal induk AS di Israel? Apa yang harus dilakukan? Mereka akan menghancurkan Gaza dengan menyerang daerah sekitarnya dan mulai melakukan pembantaian besar-besaran," kata Erdogan dilansir Aljazeera, Rabu (11/10/2023).
Baca Juga : Houthi Pantang Menyerah di Laut Merah, Kali Ini Serang Kapal Kargo Militer AS
Erdogan pun mengutuk Israel yang memblokade Gaza dengan mumutus listrik dan air serta bantuan kemanusiaan.
Erdogan menyatakan Israel melanggar hukum hak asasi manusia internasional.(Aljazeera).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




