Selasa, 16 Januari 2024 17:23

Jembatan Hanyut, Bupati Maros Perintahkan Bantu Warga yang Terisolir di Desa Rompegading

Editor : Ilham Mangenre
Penulis : Atri Suryatri Abbas
Jembatan Dusun Moncongjai, Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Sulsel, putus dan hanyut Senin (15/1/2024) sore akibat diterjang arus sungai yang meluap.
Jembatan Dusun Moncongjai, Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Sulsel, putus dan hanyut Senin (15/1/2024) sore akibat diterjang arus sungai yang meluap.

Bupati Maros HAS Chaidir Syam telah memerintahkan Dinas Sosial Maros ke Rompegading untuk memberikan bantuan.

Jejakfakta, Maros - Belasan kepala keluarga (KK) terisolir akibat jembatan putus di Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros.

Informasi yang dihimpun, sebanyak 14 KK Dusun Moncongjai, Desa Rompegading, terisolir akibat jembatan hanyut diterjang arus sungai yang meluap, Senin (15/1/2024) sore.

Bupati Maros Chaidir Syam telah memerintahkan Dinas Sosial Maros ke Rompegading untuk memberikan bantuan.

Baca Juga : Gowa Bergerak Serentak! Jumat Bersih Libatkan TNI-Polri hingga RT/RW, Antisipasi Banjir di Musim Hujan

Camat Cenrana, Ismail Madjid, mengatakan, hanyutnya jembatan sepanjang 45 meter tersebut membuat warga Moncongjai kehilangan akses ke pusat Cenrana. 

Ismail mengimbau warganya tidak nekat menyeberang dengan rakit mengingat arus masih deras akibat hujan lebat hingga saat ini.

BPBD: Tetap Waspada

Baca Juga : Peringatan Curah Hujan Tinggi, Pemkab Gowa Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros membangun posko gabungan bersama Satuan Tugas (Satgas) BPBD dan TNI-Polri untuk mengantisipasi bencana. Ada delapan kecamatan yang menjadi titik rawan bencana.

Kecamatan yang dimaksud tersebut, yaitu Kecamatan Bontoa, Kecamatan Lau, Kecamatan Maros Baru, Kecamatan Turukale, Kecamatan Marusu, Kecamatan Moncongloe, Kecamatan Simbang dan Kecamatan Bantimurung.

“Setiap tahun hampir delapan kecamatan yang masuk dalam zona rawan bencana dan banjir,” kata Kepala Pelaksana BPBD Maros, Fadli, kepada Jejakfakta.com, Selasa (16/1/2024).

Baca Juga : BMKG Gelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan di Pangkep untuk Tingkatkan Keselamatan dan Kesejahteraan

Untuk mengantisipasi adanya korban, pihaknya telah melakukan pengecekan di wilayah-wilayah yang paling terdampak.

“Kalau daerah rawan sudah kita evaluasi untuk beberapa wilayah tertentu, yang rawan bencana setiap tahunnya terdampak di kabupaten Maros,” kata Fadli.

Sungai Tompobulu Meluap

Baca Juga : Munafri-Aliyah Tuang Eco-Enzym ke Waduk Tunggu Pampang, Jaga Ekosistem Air Tetap Sehat

Sementara itu, Fadli menjelaskan kejadian air sungai Tompobulu yang meluap pada Senin (15/1/2024) disebabkan curah hujan yang tidak berhenti selama dua hari.

“Karena curah hujan yang sangat tinggi di hulu, daerah pengunungan sehingga mengakibatkan tumpahan air yang banyak dari hulu ke sungai yang ada di Tompobulu meluap,” katanya.

Akibat dari meluapnya air di sungai Tompobulu tersebut, pihaknya sempat mengeluarkan imbauan siaga satu di wilayah kota Kabupaten Maros.

Baca Juga : Munafri Arifuddin Ikuti Rapat Forkopimda Sulsel, Bahas Antisipasi Ancaman dan Kebijakan Pajak

“Limpahan banjir dari atas memang sempat sampai (di kota) Kabupaten Maros, untungnya kemarin tidak ikut hujan di daerah kota, jadi air sungai sempat terdampak beberapa meter langsung naik tetapi kondisi tertentu air tersebut stagnan dan kemudian hari ini sudah mulai turun kembali,” katanya.

BPBD Maros tetap imbau kepada warga terutama di lokasi yang menjadi titik rawan bencana untuk berhati-hati dalam beraktivitas.

“Kami mengimbau karena menurut prediksi BMKG bahwa kondisi seperti ini akan berlanjut sampai tanggal 20, oleh karena itu untuk seluruh masyarakat yang beraktivitas di luar berhati-hati dan lebih siaga khususnya dalam berkendara ketika terjadi musim hujan dan angin kencang,” katanya.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Desa Rompegading #Dusun Moncongjai #BPBD Maros #Musim Hujan #Bupati Maros #HAS Chaidir Syam #BMKG
Youtube Jejakfakta.com