Jejakfakta, Maros - Belasan kepala keluarga (KK) terisolir akibat jembatan putus di Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros.
Informasi yang dihimpun, sebanyak 14 KK Dusun Moncongjai, Desa Rompegading, terisolir akibat jembatan hanyut diterjang arus sungai yang meluap, Senin (15/1/2024) sore.

Bupati Maros Chaidir Syam telah memerintahkan Dinas Sosial Maros ke Rompegading untuk memberikan bantuan.
Baca Juga : Antisipasi Banjir, Pemkot Makassar Jajaki Teknologi Penyedot dan Penyemprot Air dari Yokohama

Camat Cenrana, Ismail Madjid, mengatakan, hanyutnya jembatan sepanjang 45 meter tersebut membuat warga Moncongjai kehilangan akses ke pusat Cenrana.
Ismail mengimbau warganya tidak nekat menyeberang dengan rakit mengingat arus masih deras akibat hujan lebat hingga saat ini.
BPBD: Tetap Waspada
Baca Juga : Musim Hujan Pangkep Mundur Sebulan, Petani Diimbau Atur Pola Tanam
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros membangun posko gabungan bersama Satuan Tugas (Satgas) BPBD dan TNI-Polri untuk mengantisipasi bencana. Ada delapan kecamatan yang menjadi titik rawan bencana.
Kecamatan yang dimaksud tersebut, yaitu Kecamatan Bontoa, Kecamatan Lau, Kecamatan Maros Baru, Kecamatan Turukale, Kecamatan Marusu, Kecamatan Moncongloe, Kecamatan Simbang dan Kecamatan Bantimurung.
“Setiap tahun hampir delapan kecamatan yang masuk dalam zona rawan bencana dan banjir,” kata Kepala Pelaksana BPBD Maros, Fadli, kepada Jejakfakta.com, Selasa (16/1/2024).
Baca Juga : Pantau Kabut Asap di BMKG, Appi Siapkan Solusi dan Antisipasi Musim Hujan di Makassar
Untuk mengantisipasi adanya korban, pihaknya telah melakukan pengecekan di wilayah-wilayah yang paling terdampak.
“Kalau daerah rawan sudah kita evaluasi untuk beberapa wilayah tertentu, yang rawan bencana setiap tahunnya terdampak di kabupaten Maros,” kata Fadli.
Sungai Tompobulu Meluap
Baca Juga : Topan Choi-wan Ubah Pola Angin, Sebaran Asap Karhutla di Indonesia Makin Meluas
Sementara itu, Fadli menjelaskan kejadian air sungai Tompobulu yang meluap pada Senin (15/1/2024) disebabkan curah hujan yang tidak berhenti selama dua hari.
“Karena curah hujan yang sangat tinggi di hulu, daerah pengunungan sehingga mengakibatkan tumpahan air yang banyak dari hulu ke sungai yang ada di Tompobulu meluap,” katanya.
Akibat dari meluapnya air di sungai Tompobulu tersebut, pihaknya sempat mengeluarkan imbauan siaga satu di wilayah kota Kabupaten Maros.
Baca Juga : Munafri dan Warga Makassar Salat Istisqa, Bermunajat Memohon Hujan di Tengah Kemarau Panjang
“Limpahan banjir dari atas memang sempat sampai (di kota) Kabupaten Maros, untungnya kemarin tidak ikut hujan di daerah kota, jadi air sungai sempat terdampak beberapa meter langsung naik tetapi kondisi tertentu air tersebut stagnan dan kemudian hari ini sudah mulai turun kembali,” katanya.
BPBD Maros tetap imbau kepada warga terutama di lokasi yang menjadi titik rawan bencana untuk berhati-hati dalam beraktivitas.
“Kami mengimbau karena menurut prediksi BMKG bahwa kondisi seperti ini akan berlanjut sampai tanggal 20, oleh karena itu untuk seluruh masyarakat yang beraktivitas di luar berhati-hati dan lebih siaga khususnya dalam berkendara ketika terjadi musim hujan dan angin kencang,” katanya.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



