Kamis, 29 Februari 2024 11:17

Bank Indonesia Paparkan Hasil Kajian Cold Chain Perikanan di Bulukumba

Editor : Nurdin Amir
Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf menghadiri  diseminasi laporan perekonomian Provinsi Sulawesi Selatan di lantai 4 Aula Gedung Pinisi Bulukumba, Kamis (28/2/2024). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Bulukumba
Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf menghadiri diseminasi laporan perekonomian Provinsi Sulawesi Selatan di lantai 4 Aula Gedung Pinisi Bulukumba, Kamis (28/2/2024). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Bulukumba

Sektor perikanan dan pertanian punya sumbangsih besar terhadap PDRB.

Jejakfakta.com, Bulukumba -- Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf membuka kegiatan diseminasi hasil joint research optimalisasi pemanfaatan cold chain produk perikanan laut dalam rangka penerapan blue economy di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia (BI) bekerjasama dengan Sekolah Bisnis IPB ini, dirangkaikan dengan diseminasi laporan perekonomian Provinsi Sulawesi Selatan di lantai 4 Aula Gedung Pinisi Bulukumba, Kamis (28/2/2024).

Wabup Edy Manaf mengemukakan, bahwa pertanian-perikanan merupakan sektor unggulan Bulukumba. Hanya saja katanya, pertanian keliatan kasat mata, tapi perikanan tak demikian.

Baca Juga : LBH Pers Makassar Desak Kasus Kekerasan Jurnalis Darwin Fatir Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

"Salah satu contohnya saya melihat di Thailand, fokusnya ke 2 sektor ini. Makanya hasil penelitian ini penting untuk ditindaklanjuti," ujar Edy Manaf dalam keterangan tertulisnya.s

Edy Manaf berharap adanya supporting dana perbankan untuk memajukan sektor perikanan Bulukumba. Ia menilai, usaha perikanan Bulukumba masih sangat minim.

"Diharapkan perbankan harus memberi perhatian kepada para nelayan. Jangan hanya pengepulnya saja dikasi KUR, tapi nelayan kita yang kecil-kecil tak diberi KUR," jelasnya.

Baca Juga : Diplomasi dari Makassar: Konselor Zhen Wangda Soroti Peluang Ekonomi Sulsel, Investasi Hijau hingga Isu Global

Menurutnya dalam memajukan sektor perikanan, maka pemerintah harus hadir. Baginya, peran OPD (organisasi perangkat daerah) sangat penting dalam membuat program untuk pengembangan tersebut.

"Juga dibutuhkan pendampingan kepada nelayan, baik dinas terkait maupun perbankan," kata Edy Manaf.

Sementara, Kepala Perwakilan Sulsel Bank Indonesia (BI), Rizki Ernadi Wimanda menyebutkan sektor perikanan-pertanian punya sumbangsih besar terhadap PDRB (pendapatan domestik regional bruto). Sehingga, sektor ini perlu terus didorong.

Baca Juga : Aliyah Mustika dan IAS Satukan Semangat Kebersamaan di Jalan Sehat FKPPI–KBPP Polri Sulsel

"Kalau kita melihat fluktuasi harga ikan itu naik turun naik turun dan sangat tergantung pada cuaca. Yang kedua kurang cold chainnya, sehingga ikan yang ada di masyarakat tidak segar lagi," ungkapnya.

Menurut Rizki, terlebih dahulu harus dipetakan titik-titik mana saja yang perlu pendinginan agar memperoleh ikan yang lebih segar dan harga lebih tinggi.

Dengan demikian, maka tidak terjadi inflasi di sektor perikanan. Ditambah setelah harganya stabil, maka produktivitas diharap bisa meningkat sehingga nilai tambah akan PDRB semakin tinggi.

Baca Juga : Luwu Timur Tancap Gas ke Era Kendaraan Listrik, Gandeng Swasta Bangun Charging Station

"Penelitian ini, hanya fokus pada cold chain. Kami harap produksi ikan bisa ditingkatkan. Ini perlu kolaborasi antara pemerintah daerah, perbankan maupun pengusaha dan UMKM itu sendiri," kata Rizki.

Selain itu, diseminasi penelitian cold chain perikanan disampaikan langsung oleh Dr Nimmi Zulbainarni dari Sekolah Bisnis IPB di hadapan seratusan peserta dari pelaku usaha perikanan. Turut hadir Asisten Bupati, Asdar Andi Bennu hingga Kepala Dinas Perikanan Bulukumba, Kusnadi Kamal.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#perikanan laut #blue economy #Sulawesi Selatan #Bank Indonesia #usaha perikanan #Kabupaten Bulukumba
Youtube Jejakfakta.com