Jumat, 10 Mei 2024 14:41

Pemprov Sulsel Bergerak Cepat Tangani Sekolah Terdampak Bencana

Editor : Nurdin Amir
Penulis : Atri Suryatri Abbas
 Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Iqbal Najamuddin menyarukan bantuan untuk sembako kepada korban bencana di Kabupaten Luwu. @Jejakfakta/dok. Humas Pemprov Sulsel
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Iqbal Najamuddin menyarukan bantuan untuk sembako kepada korban bencana di Kabupaten Luwu. @Jejakfakta/dok. Humas Pemprov Sulsel

Fasilitas penunjang belajar yang rusak dapat menggunakan anggaran Dana Bantuan Sekolah (BOS).

Jejakfakta.com, LUWU -- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah mengambil langkah-langkah cepat dalam menanggapi dampak banjir dan longsor yang melanda beberapa kabupaten.

Pada bidang pendidikan, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Iqbal Najamuddin telah menginstruksikan kepada semua kepala cabang dinas dan kepala satuan pendidikan (kepala sekolah) untuk segera melakukan pendataan terhadap fasilitas dan lingkungan sekolah yang terdampak.

"Setelah terjadi banjir, Bapak Kepala Dinas mengintruksikan agar semua kepala cabang dinas maupun kepala satuan pendidikan untuk melakukan pendataan fasilitas," kata Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Menengah Atas (SMA) Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Drs. H. Muhammad Nur Kusuma Jaya, AP, Jumat (10/5/2024).

Baca Juga : Angin Puting Beliung Melanda Desa Burau Pantai, Pemkab Lutim Bergerak Cepat Data Korban

Dia menyatakan bahwa laporan kerusakan telah diterima dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI, mencakup kerusakan di SMA 14 Luwu, SMA 16 Luwu, SMK Army Putra Luwu, dan SMK Mitra Utama Suli. Di Wilayah IV, SMAN 3 Sidrap, SMKN 2 Wajo, SMAN 6 Wajo, dan SMAN 14 Wajo juga mengalami kerusakan serupa.

Kerusakan yang dilaporkan meliputi ruang kantor, ruang kelas, peralatan laboratorium, peralatan ekstrakurikuler, smart board, dan komputer, serta pagar dan tembok sekolah yang hancur.

"Banyak yang terendam seperti printer dan CPU ada yang terbawa arus. SMAN Negeri 14 Wajo misalnya pagarnya hancur, beberapa peralatan hilang terbawa arus," ungkap Muhammad Nur Kusuma.

Baca Juga : Humanis Tanpa Gusur Paksa, Pemkot Makassar Ajak Pedagang Bongkar Mandiri Lapak di Atas Drainase

Lanjutnya, sebagai respons, Dinas Pendidikan Sulsel berencana memasukkan penggantian alat atau fasilitas penunjang belajar yang rusak dan tidak dapat digunakan lagi ke dalam anggaran Dana Bantuan Sekolah (BOS) untuk memastikan proses belajar mengajar tidak terganggu.

"Jangan sampai kegiatan proses belajar mengajar terganggu," sebutnya.

Selain itu, upaya pembersihan sekolah sedang dilakukan, dan untuk keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan, pembelajaran dapat dilaksanakan secara daring jika diperlukan, terutama saat cuaca ekstrim.

Baca Juga : Peringatan Curah Hujan Tinggi, Pemkab Gowa Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana

"Dinas Pendidikan Sulsel juga telah berupaya untuk mengarahkan, yang tidak bisa dilakukan secara luring, maka akan dilaksanakan secara daring," tuturnya.

Dinas Pendidikan Sulsel juga telah mengeluarkan Surat Edaran, pada 3 Mei lalu, tentang kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrim dan bencana, sebagai bagian dari upaya antisipasi dan mitigasi.

"Kami berharap agar semua pihak sekolah, termasuk kepala satuan pendidikan, guru, dan murid, untuk tetap semangat dan menjaga diri," tutupnya.

Baca Juga : Cuaca Ekstrem Mengintai Gowa, Sejumlah Kecamatan Masuk Status Awas Hujan Lebat

Dalam rangka mendukung korban terdampak, Dinas Pendidikan Sulsel juga telah melakukan upaya donasi. Ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan pendidikan tetap berjalan meskipun di tengah tantangan bencana alam. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Sekolah yang terdampak #Bencana Alam #Banjir #longsor #Dinas Pendidikan Sulsel
Youtube Jejakfakta.com