Rabu, 26 Maret 2025 21:33

Bertemu Kepala BPS Makassar, Munafri: Validasi Data Kunci Efektivitas Kebijakan Makassar

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima audiensi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar, Abdul Hafid, di Ruang Rapat Wali Kota, Rabu (26/3/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima audiensi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar, Abdul Hafid, di Ruang Rapat Wali Kota, Rabu (26/3/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Munafri berharap sistem pendataan bisa lebih terintegrasi hingga ke tingkat by name, by address.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima audiensi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar, Abdul Hafid, di Ruang Rapat Wali Kota, Rabu (26/3/2025).

Pertemuan ini membahas peran penting data dalam perencanaan pembangunan serta kolaborasi antara Pemkot Makassar dan BPS dalam menyediakan statistik sektoral yang akurat.

Dalam pertemuan ini, Munafri menegaskan pentingnya validasi data sebagai dasar pengambilan keputusan di tingkat pemerintah. Ia menekankan bahwa data yang tidak akurat dapat mengarah pada kebijakan yang tidak efektif.

Baca Juga : Trotoar Jalan Tinumbu Ditata Ulang, Hak Pejalan Kaki Kembali dan Drainase Optimal

"Kita harus berbicara menggunakan data yang valid. Jangan sampai metodenya bagus, tetapi sumber datanya tidak akurat. Oleh karena itu, pemerintah kota akan bekerja sama dengan BPS untuk memastikan kualitas data yang digunakan dalam pembangunan," kata Munafri.

Ia juga menyebutkan bahwa data dari BPS nantinya akan diturunkan hingga tingkat kelurahan dalam bentuk "Kelurahan dalam Angka". Dengan adanya data ini, setiap kelurahan dapat memiliki informasi yang lebih detail untuk mendukung kebijakan di tingkat lokal.

Selain itu, Munafri meminta agar dilakukan penghitungan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) sebagai indikator efisiensi investasi di Kota Makassar. Menurutnya, ICOR dapat memberikan gambaran mengenai besarnya return investasi yang sudah dikeluarkan pemerintah.

Baca Juga : Anak Panti Asuhan di Makassar Segera Miliki Wali Sah, Pemkot dan Pengadilan Agama Gelar Sidang Terpadu

"Bisa dihitung seberapa besar pengeluaran pemerintah dan seperti apa dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi. Ini penting untuk memastikan bahwa dana publik digunakan secara optimal," ujarnya.

Ke depan, Munafri berharap sistem pendataan bisa lebih terintegrasi hingga ke tingkat by name, by address.

"Sehingga seluruh warga dapat tercover dalam program pemerintah secara lebih akurat dan tepat sasaran," ujarnya.

Baca Juga : Tanpa Gesekan, 19 Pedagang Kelapa Bongkar Lapak Sendiri Dukung Penataan Kota Makassar

Munafri mengapresiasi peran BPS atas kolaborasi yang telah dilakukan dalam menyediakan data yang akurat.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Makassar, Abdul Hafid mengatakan data merupakan elemen krusial dalam mendukung kebijakan yang tepat sasaran.

"Sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar memiliki peran strategis dalam perekonomian regional. Kota ini menyumbang 34% dari total perekonomian Sulsel, sehingga kebijakan yang diambil di Makassar sangat berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi provinsi secara keseluruhan," ujarnya.

Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Antar Langsung Delegasi IGS, Tinggalkan Kesan Hangat tentang Makassar di Mata Dunia

Ia juga menjelaskan program yang telah dijalankan bersama Pemkot Makassar, termasuk evaluasi penyelenggaraan statistik sektoral yang melibatkan seluruh SKPD dsn program Kelurahan Cinta Statistik (Cantik) sebagai langkah meningkatkan literasi statistik di masyarakat.

Selain itu, BPS tengah mempersiapkan Sensus Ekonomi 2026, yang bertujuan memperoleh data komprehensif tentang kondisi perekonomian di Makassar.

"Sebagai langkah awal, pada tahun 2025, BPS akan melakukan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) untuk memperkirakan jumlah penduduk dan karakteristik demografi di antara periode sensus penduduk," jelasnya.

Baca Juga : Di Atas Kapal Pinisi Warisan Dunia, Duet Munafri dan Fadly Padi Meriahkan Pelayaran Senja IGS 2026 di Laut Losari

Dalam kesempatan ini, Abdul Hafid juga memaparkan kondisi makro sosial ekonomi Kota Makassar yang saat ini berada dalam kondisi stabil, termasuk pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia (IPM), inflasi, tingkat kemiskinan, pengangguran, dan sektor pariwisata.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Munafri Arifuddin #perencanaan pembangunan #validasi data #Pemkot Makassar
Youtube Jejakfakta.com