Rabu, 09 April 2025 17:45

Ikuti Rakor Percepatan Penurunan Stunting, Melinda Aksa Dorong Intervensi Gizi Tepat Sasaran

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
 Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Makassar, Melinda Aksa, mengikuti rapat koordinasi lintas sektor percepatan penurunan stunting di Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (9/4/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Makassar, Melinda Aksa, mengikuti rapat koordinasi lintas sektor percepatan penurunan stunting di Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (9/4/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Melinda menekankan pentingnya pemenuhan asupan gizi seimbang bagi ibu hamil, batita, batuta, balita serta remaja putri.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Makassar, Melinda Aksa, mengikuti rapat koordinasi lintas sektor percepatan penurunan stunting di Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (9/4/2025).

Rapat ini diselenggarakan oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Sulsel dalam rangka mengidentifikasi intervensi prioritas di 24 kabupaten/kota se-Sulsel. Hadir dalam rapat tersebut seluruh Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Ketua TP PKK, dan Ketua DWP kabupaten/kota, serta lintas sektor terkait.

Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi yang juga menjabat sebagai Ketua TPPS Provinsi Sulsel, memimpin langsung rapat tersebut. Ia menekankan target penurunan angka stunting sebesar 23,9 persen pada tahun 2025 harus menjadi fokus bersama.

Baca Juga : Penertiban PKL di Makassar Dikritik, Lapar Sulsel: Pemerintah Jangan Hanya Kejar Estetika Kota

"Kami berharap kerja kolaboratif antara TPPS dan TP PKK dan sektor lainnya di seluruh kabupaten/kota dapat semakin diperkuat. Keberhasilan upaya penurunan stunting sangat bergantung pada komitmen lintas sektor dan kesinambungan program," jelasnya.

Fatmawati mengatakan sebanyak 504 lokus intervensi stunting yang telah ditetapkan dan menjadi prioritas. "Oleh karena itu, identifikasi dan penemuan kasus balita bermasalah gizi di wilayah-wilayah tersebut menjadi prioritas utama," jelasnya.

Lebih lanjut, Fatmawati memaparkan sejumlah strategi intervensi lanjutan seperti pemeriksaan kesehatan berkala, pemberian makanan tambahan tinggi protein, suplemen gizi mikro, hingga pendampingan kepada ibu hamil bermasalah gizi.

Baca Juga : Dari Pekarangan ke Pasar MBG, Urban Farming Makassar Mulai Gerakkan Ekonomi Warga

Sementara itu, berdasarkan data prevalensi status gizi anak Desember 2024, Kota Makassar memiliki sasaran sebanyak 88.096 anak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 82.230 anak telah diukur, atau sebesar 93,3 persen.

Adapun jumlah anak dengan status underweight tercatat sebanyak 3.541 anak atau 4,3 persen, sedangkan jumlah anak stunting sebanyak 2.659 anak atau sekitar 3,2 persen dari total sasaran.

Menanggapi hal ini, Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung penuh program percepatan penurunan stunting di Sulsel, khususnya di Kota Makassar.

Baca Juga : Pemkot Makassar Dekatkan Layanan Adminduk ke Kelurahan, Warga Biringkanaya Kini Tak Perlu Antre Jauh

"Masalah stunting adalah perhatian kita semua. TP PKK Kota Makassar siap mendukung penuh program percepatan penurunan stunting. Kami akan bergerak cepat dan menyusun langkah strategis yang sesuai dengan kondisi di lapangan, khususnya di Kota Makassar,” ujarnya.

Untuk itu, Melinda mengatakan, langkah awal yang akan dilakukan adalah menggelar rapat koordinasi internal bersama pengurus TP PKK Kota Makassar guna menyusun program kerja agar tepat sasaran.

Melinda juga menekankan pentingnya pemenuhan asupan gizi seimbang bagi ibu hamil, batita, batuta, balita serta remaja putri melalui program-program konkret.

Baca Juga : Pemkot Makassar Benahi Total SPMB 2026, Server Dipisah dan Aduan Dibuka Demi Cegah Kendala

"Pemenuhan gizi seimbang hal yang sangat krusial. Untuk itu, kami akan mendorong program-program konkret seperti kampanye gemar makan telur dan pemberian makanan tambahan bergizi agar dapat menjangkau langsung keluarga sasaran,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, data valid by name by address juga menjadi acuan utama dalam menentukan keluarga sasaran yang akan mendapatkan pendampingan maupun bantuan gizi tambahan secara berkelanjutan.

"Data valid by name by address menjadi dasar utama bagi kami dalam menentukan keluarga sasaran. Dengan data yang akurat, pendampingan dan bantuan gizi tambahan bisa diberikan secara berkelanjutan dan tepat sasaran,” ujarnya.

Baca Juga : ASN Makassar Ditantang Menulis Buku, Munafri Ingin Literasi Jadi Gerakan Bersama

Melinda berharap intervensi penanganan stunting di Kota Makassar dapat berjalan secara terarah, terukur, dan berkelanjutan agar angka stunting terus menurun hingga zero stunting.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#melinda aksa #Percepatan Penurunan Stunting #gizi tambahan #Ibu Hamil #Pemkot Makassar #asupan gizi seimbang
Youtube Jejakfakta.com