Jejakfakta.com, MAKASSAR – Proyek revitalisasi Lapangan Karebosi yang dicanangkan sejak era Wali Kota Makassar sebelumnya, Moh. Ramdhan 'Danny' Pomanto, dengan anggaran sebesar Rp63,5 miliar, kini terhenti. Kondisi ini menjadi perhatian serius Wali Kota saat ini, Munafri Arifuddin, yang menegaskan akan melanjutkan dan menyelesaikan proyek tersebut demi kepentingan masyarakat.
Groundbreaking proyek revitalisasi dilakukan pada 5 Februari 2024 oleh mantan Wali Kota Danny Pomanto. Pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh PT Arkindo sejak 11 Desember 2024 dan direncanakan rampung dalam 365 hari.

Revitalisasi ini menjadi bagian dari program strategis Pemkot Makassar dengan desain modern berbentuk angka 8 dan konsep elevated (melayang). Fasilitas publik seperti toilet, musala, loker kerja, lapangan basket, voli, hingga rumput sintetis untuk sepak bola turut dirancang sebagai bagian integral dari proyek.
Baca Juga : TPA Tamangapa Mulai Berbenah, Sampah Organik Disiapkan Jadi Pakan Sapi

Danny menyebut proyek ini sudah mendapat pengawalan hukum dari Kejari, Kejati, Polrestabes, hingga Polda demi akuntabilitas. Ia juga menegaskan status lahan Karebosi telah sah secara de facto dan de jure milik Pemkot Makassar.
Namun, pasca pemutusan kontrak kerja, progres pembangunan tidak berjalan sesuai rencana.
Munafri Soroti Proyek dan Tegaskan Komitmen Baru
Baca Juga : 20 Tahun Berdiri di Fasum, 10 Lapak di Gunung Lompo Battang Akhirnya Bongkar Mandiri
Wali Kota Makassar saat ini, Munafri Arifuddin, pada Senin (11/8/2025) melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Ia menyatakan keprihatinannya atas kondisi terkini Karebosi dan berkomitmen untuk melanjutkan revitalisasi dengan lebih serius.
“Ini benar-benar harus diperbaiki. Jangan sampai dibiarkan. Setelah kontraknya diputus, progresnya tidak berjalan baik. Kami akan revitalisasi dengan serius,” tegas Munafri.
Munafri menekankan pentingnya Karebosi sebagai ruang terbuka hijau (RTH) dan fasilitas umum olahraga yang memiliki nilai sejarah dan menjadi ikon Kota Makassar.
Baca Juga : Aliyah Hadiri Urban Climate Forum 2026, Makassar Bahas Tantangan Kota di Tengah Perubahan Iklim
Untuk mengatasi hal itu, Pemkot Makassar akan mengalokasikan anggaran dalam APBD Perubahan 2025 dan memasukkan pelaksanaan fisiknya ke dalam APBD Pokok 2026.
“Kami mengambil langkah membuat penganggaran baru, berkomunikasi, dan melakukan asistensi dengan penegak hukum serta BPK agar proses berjalan baik,” jelas Munafri.
Menurutnya, revitalisasi ini penting untuk menunjang kesehatan masyarakat, termasuk lansia yang membutuhkan fasilitas olahraga yang aman dan nyaman.
Baca Juga : Kuliah Umum UCM, Appi Ungkap Rahasia Bangun Karier: Leadership, Networking dan Berani Ambil Peluang
“Kita ingin semua fasilitas di sini bisa digunakan kembali. Tempat ini harus menjadi ruang interaksi publik dan kebanggaan warga Makassar,” tambahnya.
Desain revitalisasi akan mengalami beberapa penyesuaian, termasuk penambahan area istirahat, ruang berteduh, toilet umum, musala, serta fasilitas olahraga modern seperti lintasan jogging dan peralatan fitness.
Munafri juga menyebutkan akan memanfaatkan konsep double decker dengan struktur tiang yang sudah ada. Penataan ulang juga akan dilakukan pada area warung dan lapangan olahraga di sekitar Karebosi agar kawasan terlihat lebih tertata dan tetap inklusif.
Baca Juga : Dari Pemulung hingga Warga Tamalanrea, Wali Kota Makassar Didesak Dengarkan Dampak Tata Kelola Sampah
“Revitalisasi ini bukan proyek instan. Harus dirancang matang agar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tutup politisi Golkar itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



