Rabu, 17 September 2025 19:05

Pemkot Makassar Perluas Makassar Creative Hub di Tiga Kecamatan Baru

Editor : Redaksi
Penulis : Gadis Ma'dika
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin bersama Tim Ahli Pemkot Makassar, Dara Nasution, saat menerima tim lembaga manajemen aset negara Kementerian Keuangan di Kantor Balai Kota Makassar, Rabu (17/9/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin bersama Tim Ahli Pemkot Makassar, Dara Nasution, saat menerima tim lembaga manajemen aset negara Kementerian Keuangan di Kantor Balai Kota Makassar, Rabu (17/9/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Pengelolaan MCH bersifat sederhana dan berbasis komunitas. Warga hanya perlu memesan jadwal dan menjaga kebersihan.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar terus memperluas pengembangan Makassar Creative Hub (MCH) sebagai ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas sekaligus menggerakkan ekosistem ekonomi kreatif di kota ini. Tiga titik baru dipastikan menjadi lokasi MCH berikutnya, yaitu Kecamatan Rappocini, Tamalate, dan Biringkanayya.

Tim Ahli Pemkot Makassar, Dara Nasution, mengatakan ketiga lokasi ini dipilih setelah melalui survei lapangan dan kajian teknis yang matang.

“Kemarin kita sudah survei dan diputuskan yang paling visible untuk dibangun itu adalah tiga titik ini,” ujarnya usai mendampingi tim lembaga manajemen aset negara Kementerian Keuangan di Kantor Balai Kota Makassar, Rabu (17/9/2025).

Baca Juga : PIP Makassar Hibahkan Aset Strategis untuk Percepat Pembangunan Stadion Untia

Pemkot Makassar bergerak cepat memasuki tahap perencanaan, meliputi penyusunan desain gedung, pendampingan konsultan perencanaan, hingga koordinasi teknis dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk memastikan proyek berjalan tepat sasaran.

“Anggaran sudah diketok, sekarang sudah di tahap perencanaan—mulai desain gedung, konsultan perencanaan, hingga koordinasi dengan SKPD terkait,” kata Dara.

Setiap MCH nantinya akan dibangun sesuai standar minimal yang diatur dalam Peraturan Wali Kota yang sedang dalam proses harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM. Fasilitas yang disediakan meliputi amfiteater, ruang kelas (classroom), studio podcast, ruang pemberdayaan UMKM, serta toilet ramah disabilitas.

Baca Juga : Pemkot Makassar Gandeng LAN RI Susun Formula Baru TPP ASN dan Gaji PJLP Berbasis Beban Kerja

“Konsepnya inklusif, ramah difabel, dan bisa diakses masyarakat umum,” tegas Dara.

Selain gedung, Pemkot juga akan mengintegrasikan ruang terbuka hijau (RTH) sebagai area publik, terutama di lokasi yang memiliki lahan cukup luas seperti Tamalate dan Rappocini.

“Kita ingin satu lokasi bisa menghadirkan banyak visi sekaligus, bukan hanya gedung MCH tetapi juga taman dan RTH,” tambah Dara.

Baca Juga : Dari 10 Besar Menuju 5 Pimpinan, Baznas Makassar Cari Figur Amanah dan Profesional

Setiap MCH akan dirancang tematik sesuai potensi wilayah. Misalnya, kawasan pantai fokus pada aktivitas UMKM dan brand lokal, sementara Rappocini yang dekat kampus akan menjadi pusat teknologi dan inovasi.

Proyek ini merupakan program jangka menengah dengan target 15 MCH di seluruh kecamatan dalam lima tahun. Tahun ini, tiga lokasi baru akan menyusul MCH Pantai Losari yang sudah beroperasi sejak pertengahan 2025.

“Target tender awal tahun depan, pembangunan bisa dimulai Januari–Februari 2026, dan dalam waktu sekitar empat bulan selesai. Kuartal II atau III sudah bisa launching,” jelas Dara.

Baca Juga : Respons Cepat Aduan Warga, BPBD Makassar Turun Bersihkan Kanal Bara-Baraya Timur

Keberadaan MCH Pantai Losari menjadi bukti tingginya kebutuhan ruang kreatif di Makassar. Fasilitas ini nyaris selalu penuh dan amfiteaternya full booking sejak Juni hingga November.

“Anak-anak muda Makassar sangat antusias, mereka hanya butuh ruang gratis yang bisa menampung sekitar 100 orang tanpa harus bayar seperti sewa hotel atau cafe,” ujar Dara.

Pengelolaan MCH bersifat sederhana dan berbasis komunitas. Warga hanya perlu memesan jadwal dan menjaga kebersihan. Komunitas juga turut aktif mempromosikan aktivitas yang digelar.

Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Dorong Kolaborasi Antarkota Tangani Krisis Sampah di Raker APEKSI Komwil VI

“Ini intervensi low budget. Pemerintah hanya menyediakan ruang, sisanya digerakkan oleh komunitas. Antusiasme mereka luar biasa,” pungkas Dara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Makassar Creative Hub #Pemkot Makassar #ruang kreatif #Ekonomi Kreatif #UMKM #ruang komunitas #kota kreatif
Youtube Jejakfakta.com