Senin, 29 September 2025 18:28

Optimalkan Program Stunting, Irwan Bangsawan Dorong Integrasi Data CSR yang Terpadu

Editor : Redaksi
Penulis : Sherine Grace
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Makassar, Irwan Bangsawan, saat menghadiri Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Tingkat Kota Makassar, di Ruang Rapat Sipakatau, Kantor Wali Kota Makassar, Senin (29/9/2025). @Jejakfakta/dok. Istimewa
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Makassar, Irwan Bangsawan, saat menghadiri Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Tingkat Kota Makassar, di Ruang Rapat Sipakatau, Kantor Wali Kota Makassar, Senin (29/9/2025). @Jejakfakta/dok. Istimewa

Data tahun 2024, prevalensi stunting di Makassar mencapai 22,9%, lebih tinggi dibanding target nasional sebesar 19,8?n rata-rata Provinsi Sulawesi Selatan.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menegaskan komitmennya dalam mempercepat penurunan angka stunting. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Makassar, saat membuka Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Tingkat Kota Makassar, di Ruang Rapat Sipakatau, Kantor Wali Kota Makassar, Senin (29/9/2025).

Aliyah menekankan pentingnya aksi nyata dalam upaya penurunan stunting, bukan sekadar formalitas. Ia mengajak seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari kecamatan hingga kelurahan, untuk tetap semangat dalam bekerja, meski tengah terjadi mutasi besar-besaran di tingkat kelurahan.

“Saya berharap perubahan suasana justru memunculkan semangat baru. Jangan sampai ada kelesuan kerja. Percepatan penurunan stunting adalah tugas mulia yang harus kita wujudkan bersama,” ujarnya.

Baca Juga : Atasi Antrean BBM, Appi Cek Langsung SPBU dan Temukan Dua Nozzle Tak Berfungsi

Berdasarkan data tahun 2024, prevalensi stunting di Makassar mencapai 22,9%, lebih tinggi dibanding target nasional sebesar 19,8% dan rata-rata Provinsi Sulawesi Selatan.

Padahal, menurut Aliyah, Pemkot Makassar telah mengalokasikan Rp126 miliar melalui APBD dan menerima dukungan dari program nasional serta CSR berbagai pihak.

“Ini harus menjadi perhatian serius. TPPS harus menjadi forum yang menghadirkan solusi nyata,” tegasnya.

Baca Juga : Ke Jepang, Wawali Aliyah Bahas Kerja Sama Makassar dengan Tiga Kota: Transportasi hingga Sampah

Aliyah juga menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting selaras dengan visi Kota Makassar yang Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan. Salah satu misinya adalah peningkatan kualitas SDM melalui gaya hidup sehat dan layanan kesehatan yang inklusif.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk OPD, camat, lurah, serta dunia usaha, untuk bersinergi dalam intervensi stunting.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita butuh kolaborasi semua pihak. Dengan kerja nyata, saya yakin Makassar bisa menjadi kota bebas stunting dan menjadi contoh nasional,” tambahnya.

Baca Juga : Wawali Aliyah Tegaskan Komitmen Pemkot Makassar Majukan Pariwisata Lewat GATF GUTF 2026

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Makassar, Irwan Bangsawan, saat menghadiri Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Tingkat Kota Makassar, di Ruang Rapat Sipakatau, Kantor Wali Kota Makassar, Senin (29/9/2025). @Jejakfakta/dok. Istimewa

Program Unggulan Penurunan Stunting

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Makassar, Irwan Bangsawan, menyampaikan sejumlah program yang sedang dijalankan, antara lain:

  • Pendampingan keluarga melalui kunjungan rumah
  • Verifikasi lapangan keluarga berisiko stunting
  • Program Gerakan Orang Tua Asuh (Genting)
  • Edukasi pra-nikah melalui Bimbingan Perkawinan (Bimwin) dan aplikasi Elsimil

Baca Juga : Buka Citra Beauty Fair 2026, Aliyah Mustika Ilham Ingatkan Masyarakat Cermat Pilih Produk Kecantikan

Irwan juga menyoroti pentingnya integrasi data bantuan CSR agar program lebih terkoordinasi, terutama di level kecamatan dan kelurahan.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh camat dan lurah se-Kota Makassar, perwakilan PKK, Kementerian Agama, Baznas, dan OPD terkait. Turut hadir mendampingi Wakil Wali Kota, Kadis PP&KB Irwan Bangsawan dan Kepala Bappeda Makassar Dahyal.

Mengakhiri sambutannya, Aliyah menyerukan optimisme dan semangat kolektif.

Baca Juga : Makassar Jadi Tuan Rumah Rakernas ASKLIN 2026, Aliyah: Momentum Perkuat Kolaborasi Kesehatan dan Pariwisata

“Mari kita buktikan bahwa Pemerintah Kota Makassar benar-benar hadir dan bekerja untuk menurunkan stunting. Bersama, kita bisa menjadikan Makassar kota bebas stunting,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Aliyah Mustika Ilham #Penurunan Stunting #Pemerintah Kota Makassar #Program Genting #Elsimil #Bimwin #Dinas PPKB Makassar #CSR Stunting #Kota Bebas Stunting #Irwan Bangsawan
Youtube Jejakfakta.com