Jumat, 17 Maret 2023 10:13

Resmikan RPH di Gowa, Mentan SYL: Bisa Menunjang Kebutuhan Daging Sapi di Sulsel

Editor : Nurdin Amir
Penulis : Atri Suryatri Abbas
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL)  meresmikan Rumah Potong Hewan (RPH) Modern di Tamarunang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (16/3/2023).
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) meresmikan Rumah Potong Hewan (RPH) Modern di Tamarunang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (16/3/2023).

Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu sentra produsen sapi potong di Indonesia. Di tahun 2022 data populasi sapi sebanyak 1,4 juta ekor dan produksi daging sapi sebanyak 126,2 ribu ton.

Jejakfakta.com, Gowa - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan Kabupaten Gowa bisa menjadi contoh Rumah Potong Hewan (RPH) Modern untuk seluruh provinsi di Indonesia.

Hal itu disampaikan Mentan SYL saat meresmikan Rumah Potong Hewan (RPH) Modern di Tamarunang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (16/3/2023). Menurutnya, RPH Modern ini adalah salah satu yang terbaik yang akan menjadi penunjang bagi Sulsel.

“RPH ini adalah salah satu RPH yang terbaik. Tentu saja dengan sistem IT dan mekanisasi yang sangat kuat tentu keinginan baik untuk menyelesaikan suatu RPH seperti ini," ujarnya Mentan SYL.

Baca Juga : Terbitkan Surat Edaran Jaga Lingkungan, Berikut Empat Arahan Pj Gubernur Bahtiar

SYL mengatakan, RPH ini menyimbolkan suatu ekosistem dari nutrisi yang dibutuhkan masyarakat melalui sapi dan dagingnya.

"RPH ini juga menjadi simbol bahwa pemerintah berupaya penuh untuk membangun ekosistem dalam pemenuhan nutrisi termasuk kebutuhan daging sapi yang dibutuhkan masyarakat, saya kira ini akan menunjang Sulawesi Selatan termasuk Makassar nantinya,” katanya.

Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu sentra produsen sapi potong di Indonesia. Di tahun 2022 data populasi sapi sebanyak 1,4 juta ekor dan produksi daging sapi sebanyak 126,2 ribu ton.

Baca Juga : Tanjung Bira Primadona Pariwisata Sulawesi Selatan

SYL menjelaskan, RPH ini sebagai langkah awal Pemerintah Kabupaten Gowa untuk mendorong ekosistem peternakan yang menjadi kebutuhan nasional.

"Termasuk susu menjadi importasi, di mana susu menjadi bagian dari kecerdasan masyarakat. Ini menjadi penting, Gowa akan menjadi percontohan di daerah lain di Indonesia,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa semua yang masuk di RPH harus dijamin kebersihan ternaknya.

Baca Juga : Haji 2024, Tonang: Embarkasi Makassar Melayani 16.343 Jemaah Haji

“RPH ini menjamin bahwa daging itu terhindar dari penyakit, sangat higenis dan bersih. Kemudian tentu saja sebelum ke RPH kan semua masalah berkaitan dengan nutrisi akan menjadi perhatian,” tegasnya.

Dikesempatan yang sama, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, menyebut bahwa Kabupaten Gowa memiliki potensi besar di sektor pertanian khususnya peternakan sapi.

Ia menyebut beragam pembangunan dan pengembangan dari hulu ke hilir pada sektor ini akan direalisasikan melalui kerjasama multipihak termasuk pelaku usaha dan Kementerian Pertanian sebagai pemerintah pusat.

Baca Juga : Kabupaten Takalar Juara Umum MTQ XXXIII Tingkat Provinsi Tahun 2024

“Di dataran rendah, saat ini kita lagi mengembangkan sapi potong, sapi potongnya itu RPH, dan juga pengembangan daging wagyu, ini semua dapat terlaksana seperti hari ini, berkat hadirnya kolaborasi penta-helix yang ada di Kabupaten Gowa,” ungkap dia. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Mentan SYL #Rumah Potong Hewan (RPH) Modern #Gowa #Sulawesi Selatan #Peternakan #Daging Sapi
Youtube Jejakfakta.com