Ahad, 24 Desember 2023 09:21

Aktivis Lingkungan Tegaskan Hilirisasi Nikel di Sulawesi Merusak Bentang Alam dan Kehidupan Masyarakat

Editor : Nurdin Amir
Penulis : Samsir
Kerusakan bentang alam akibat tambang nikel di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Ini salah satu tambang yang merusak lingkungan dan berdampak pada kehidupan masyarakat. @Jejakfakta/dok. Istimewa
Kerusakan bentang alam akibat tambang nikel di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Ini salah satu tambang yang merusak lingkungan dan berdampak pada kehidupan masyarakat. @Jejakfakta/dok. Istimewa

Tanggapan Aliansi Sulawesi terkait pernyataan Gibran soal Hilirisasi Nikel pada Debat perdana Cawapres.

Jejakfakta.com, Makassar -- "Saya akan memberikan solusi yang paling konkret, hilirisasi. Kita jangan mau lagi mengirim barang mentah. Kita harus mampu meningkatkan nilai tambah dalam negeri. Saya kasih contoh nikel. Dulu Sebelum hilirisasi kita ekspor USD 3 miliar, sekarang setelah hilirisasi bisa menjadi USD 33 miliar. Ini saya baru bicara nikel lho pak, belum lagi timah, bauksit, dan lain-lain," kata Gibran, Jumat (22/12/2023).

Hal tersebut disampaikan Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka saat debat cawapres yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (22/12/2023). Ia berpendapat, hilirisasi pertambangan bisa meningkatkan nilai tambah bagi Indonesia.

Rusak Bentang Alam dan Untungkan Cina

Baca Juga : FPM-WTL Demo PT Vale Makassar, Soroti Blok Tanamalia dan Hak Masyarakat Adat

Menanggapi pernyataan Gibran dalam debat Calon Wakil Presiden menjadi sorotan Aliansi Sulawesi yang merupakan koalisi organisasi lingkungan hidup dari Walhi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara, terkait rencana melanjutkan bahkan meninngkatkan hilirisasi nikel di Indonesia.

Koordinator Aliansi Sulawesi yang juga Direktur WALHI Sulawesi Selatan, Muhammad Al Amin menolak keras hilirisasi nikel yang digagas oleh calon wakil presiden nomor urut dua tersebut.

Menurutnya, hilirisasi nikel yang akan dijalankan oleh paslon nomor urut dua akan merusak bentang alam dan bentang kehidupan masyarakat Sulawesi yang merupakan episentrum mineral nikel di dunia.

Baca Juga : Koalisi OMS Indonesia Timur Deklarasikan 75 Rekomendasi Reformasi Tambang Nikel demi Transisi Energi Berkeadilan

"Ide Gibran 100 persen mirip ide bapaknya yakni Presiden Jokowi. Keduanya ingin mengeksploitasi nikel di Indonesia yang lebih massif di masa depan, tanpa melihat kerusakan dan dampak yang sangat buruk bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya," kata Al Amin.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa hilirisasi yang tengah massif terjadi di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara telah menimbilkan dampak negatif yang korbannya lebih besar dari manfaat yang dihasilkan.

Mulai dari deforestasi yang semakin meluas, pencemaran lingkungan, pencemaran udara, penggusuran lahan-lahan perkebunan masyarakat. Akibatnya, masyarakat yang dulunya hidup sejahtera menjadi semakin miskin.

Baca Juga : Makassar Bersiap Tinggalkan Pola Buang Sampah Lama, TPA Tamangapa Mulai Fokus Terima Residu

Sementara, kehidupan para pekerja yang bekerja di industri-industri pengolahan nikel tidak mengalami perubahan yang signifikan, bahkan tidak sedikit pekerja yang mengalami kecelakaan kerja karena bekerja tanpa perlindungan dan yang lebih parah adalah para pekerja di industri pengolahan nikel diberi upah yang tidak sebanding dengan beban kerja mereka.

"Dari fakta-fakta tersebut, ide Gibran terkait peningkatan hilirisasi nikel adalah ide yang sangat buruk. Kami dan masyarakat terdampak hilirisasi nikel menolak keras dengan ide Gibran tersebut," tegasnya.

Tidak hanya itu, menurut pria kelahiran Makassar tersebut mengatakan bahwa perusahaan Brazil, Jepang, Australia terutama perusahaan Cina adalah pihak yang paling mendapatkan keuntungan yang paling besar dari hilirisasi tersebut.

Baca Juga : Transisi Energi Dipertanyakan, Konflik Agraria hingga PHK Buruh Masih Membayangi Industri Nikel

"Artinya, ide Gibran yang sangat mirip dengan ide bapaknya, terkait hilirisasi nikel hanya menguntungkan perusahaan Cina dan lain-lain. Sementara kami dan masyarakat Sulawesi, khususnya yang hidup di lingkar tambang dan industri nikel hanya mendapat beban kerusakan lingkungan. tentu saja ini harus ditolak," jelasnya.

Pihaknya pun menantang Gibran untuk berdebat untuk menunjukan data-data dan bukti-bukti kerusakan lingkungan dan pemiskinan masyarakat akibat proyek hilirisasi nikel yang digagas oleh Presiden Jokowi.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#hilirisasi pertambangan #Gibran Rakabuming Raka #hilirisasi nikel #Lingkungan HIdup #Aliansi Sulawesi #WALHI
Youtube Jejakfakta.com