Jejakfakta.com, MAKASSAR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang, Kementerian Pekerjaan Umum, PT Vale Indonesia, dan LPPM Universitas Hasanuddin akan melakukan normalisasi Sungai Malili.
Kegiatan ini diinisiasi BBWS Pompengan-Jeneberang melalui program sinergitas yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, PT Vale Indonesia, dan tim peneliti dari LPPM Universitas Hasanuddin.

Program tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kolaborasi dalam menangani permasalahan sedimentasi dan banjir di aliran Sungai Malili yang berdampak terhadap lingkungan serta masyarakat sekitar.
Baca Juga : Bupati Irwan Turun Langsung Pantau Pembangunan Islamic Center, Ini Target Penyelesaiannya

Berdasarkan hasil kajian, sedimentasi menyebabkan pendangkalan Sungai Malili sehingga mengurangi kapasitas alirannya. Kondisi ini meningkatkan risiko banjir yang berdampak pada permukiman, lahan pertanian, tambak, dan sumber penghidupan masyarakat.
Banjir tercatat telah berdampak pada 37 rumah warga, 8.250 tanaman kebun, 10 hektare tanaman padi dan jagung, 50 are empang, 30 rumpun serai, serta 120,25 hektare sawah.
Normalisasi akan dilakukan sepanjang 2,69 kilometer dengan volume pengerukan sekitar 616.906 meter kubik. Metode pengerukan menggunakan Cutter Suction Dredger (CSD) dan ekskavator amfibi.
Baca Juga : Unhas Perkuat Literasi AI Sivitas Akademika melalui Pelatihan Gemini Academic
Material hasil pengerukan akan dipompa melalui pipa menuju tempat penampungan sementara (TPS) di bantaran sungai. Setelah kadar air berkurang, material tersebut akan diangkut menggunakan dump truck ke lokasi penampungan akhir untuk diratakan dengan bulldozer dan ekskavator.
Kegiatan ini dijadwalkan dilaksanakan secara bertahap. Zona A akan berlangsung pada 7 Oktober 2026 hingga 17 Juni 2027, sedangkan Zona B pada 18 Juni 2027 hingga 28 Desember 2027.
Manfaat kegiatan ini antara lain mengurangi risiko banjir, menjaga kapasitas dan fungsi sungai, melindungi masyarakat, meningkatkan kualitas lingkungan sungai, mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan, serta menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.
Baca Juga : Laga Ekshibisi Pemkab Lutim vs Pemkab Luwu, Bupati Irwan Usul Digelar Bergilir di Luwu Raya
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyambut baik dan mendukung pelaksanaan normalisasi tersebut.
“Normalisasi Sungai Malili ini adalah langkah penting dan sudah lama kita nantikan. Sungai Malili adalah urat nadi masyarakat. Jika sungai ini dangkal dan terus banjir, yang rugi adalah warga kita sendiri,” ujarnya, Kamis (17/9/2026).
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, kami sangat berterima kasih kepada BBWS Pompengan-Jeneberang, Kementerian PU, PT Vale Indonesia, dan UNHAS atas kolaborasi ini,” tambah Irwan.
Baca Juga : Perkuat Antisipasi Karhutla, Bupati Irwan Serahkan Mobil Damkar Baru untuk Mahalona Raya
Irwan meminta masyarakat mendukung proses pengerukan tersebut agar dapat berjalan lancar.
“Saya minta masyarakat untuk mendukung kelancaran program ini. Hasil material pengerukan nantinya juga akan kita manfaatkan kembali oleh Pemerintah Kabupaten untuk mendukung pembangunan fasilitas daerah. Tujuan akhirnya satu, sungai bersih, masyarakat sejahtera, Lutim terhindar dari banjir,” tegas Bupati Irwan. (sumber: IKP-Humas/Kominfo-SP)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



