Jejakfakta.com, MAKASSAR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang, Kementerian Pekerjaan Umum, PT Vale Indonesia, dan LPPM Universitas Hasanuddin akan melakukan normalisasi Sungai Malili.
Kegiatan ini diinisiasi BBWS Pompengan-Jeneberang melalui program sinergitas yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, PT Vale Indonesia, dan tim peneliti dari LPPM Universitas Hasanuddin.

Program tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kolaborasi dalam menangani permasalahan sedimentasi dan banjir di aliran Sungai Malili yang berdampak terhadap lingkungan serta masyarakat sekitar.
Baca Juga : Sebelas SPBU dan Dua SPBN Sepakati Komitmen Penyaluran BBM Subsidi Tepat Sasaran

Berdasarkan hasil kajian, sedimentasi menyebabkan pendangkalan Sungai Malili sehingga mengurangi kapasitas alirannya. Kondisi ini meningkatkan risiko banjir yang berdampak pada permukiman, lahan pertanian, tambak, dan sumber penghidupan masyarakat.
Banjir tercatat telah berdampak pada 37 rumah warga, 8.250 tanaman kebun, 10 hektare tanaman padi dan jagung, 50 are empang, 30 rumpun serai, serta 120,25 hektare sawah.
Normalisasi akan dilakukan sepanjang 2,69 kilometer dengan volume pengerukan sekitar 616.906 meter kubik. Metode pengerukan menggunakan Cutter Suction Dredger (CSD) dan ekskavator amfibi.
Baca Juga : Bupati Luwu Timur Dorong Penyelesaian Sengketa Lahan Tiga Desa dengan PTPN
Material hasil pengerukan akan dipompa melalui pipa menuju tempat penampungan sementara (TPS) di bantaran sungai. Setelah kadar air berkurang, material tersebut akan diangkut menggunakan dump truck ke lokasi penampungan akhir untuk diratakan dengan bulldozer dan ekskavator.
Kegiatan ini dijadwalkan dilaksanakan secara bertahap. Zona A akan berlangsung pada 7 Oktober 2026 hingga 17 Juni 2027, sedangkan Zona B pada 18 Juni 2027 hingga 28 Desember 2027.
Manfaat kegiatan ini antara lain mengurangi risiko banjir, menjaga kapasitas dan fungsi sungai, melindungi masyarakat, meningkatkan kualitas lingkungan sungai, mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan, serta menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.
Baca Juga : Sidak Singkat Bupati Irwan, Beasiswa hingga Bersihnya Ruangan Prokopim Jadi Sorotan
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyambut baik dan mendukung pelaksanaan normalisasi tersebut.
“Normalisasi Sungai Malili ini adalah langkah penting dan sudah lama kita nantikan. Sungai Malili adalah urat nadi masyarakat. Jika sungai ini dangkal dan terus banjir, yang rugi adalah warga kita sendiri,” ujarnya, Kamis (17/9/2026).
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, kami sangat berterima kasih kepada BBWS Pompengan-Jeneberang, Kementerian PU, PT Vale Indonesia, dan UNHAS atas kolaborasi ini,” tambah Irwan.
Baca Juga : Ranperda APBD 2027 Diserahkan ke DPRD, Bupati Irwan Siapkan Enam Prioritas Pembangunan Lutim
Irwan meminta masyarakat mendukung proses pengerukan tersebut agar dapat berjalan lancar.
“Saya minta masyarakat untuk mendukung kelancaran program ini. Hasil material pengerukan nantinya juga akan kita manfaatkan kembali oleh Pemerintah Kabupaten untuk mendukung pembangunan fasilitas daerah. Tujuan akhirnya satu, sungai bersih, masyarakat sejahtera, Lutim terhindar dari banjir,” tegas Bupati Irwan. (sumber: IKP-Humas/Kominfo-SP)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



