Jejakfakta.com, MAKASSAR -- Menjelang hari H pemilihan wali kota dan wakil wali kota, pasangan calon nomor urut 1, Munafri Arifudin – Aliyah Mustika Ilham (MULIA) diserang dengan kampanye hitam.
Black campaign itu dilakukan lawan politik MULIA lewat selebaran yang disebarkan secara massif di wilayah Kota Makassar.

Selebaran yang mengatasnamakan diri sebagai Jaringan Warga untuk Paslon Appi-Aliyah itu mencoba memancing kemarahan warga pada pasangan MULIA dengan kata-kata yang cenderung kasar dan provokatif.
Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Dorong Modernisasi Layanan Kesehatan, Cathlab RSUD Daya Siap Layani Warga Makassar
Dalam selebaran itu, pelaku yang tidak bertanggung jawab tersebut menyerukan warga Kota Makassar memilih MULIA. Hanya saja, mereka menggunakan bahasa kasar dengan menyebut warga yang tidak memilih Appi-Aliyah sebagai masyarakat yang masih bodoh.
Tujuan kampanye hitam itu sangat jelas. Mereka ingin membentuk opini seolah-olah selebaran itu benar-benar dibuat tim atau relawan MULIA sehingga warga yang membacanya akan tersinggung dan kemudian beralih memilih pasangan lain.
Ketua Tim Pemenangan MULIA, Ilham Arief Sirajuddin menegaskan, ini adalah cara-cara kotor yang sama sekali tidak bermartabat.
Baca Juga : Wawali Makassar Dukung Workshop IAI Sulsel, Fokus Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah
Menurutnya, ini muncul setelah publik mengetahui bahwa MULIA unggul sangat jauh dari rival-rivalnya.
Namun, mantan wali kota dua periode Kota Makassar itu meyakini cara-cara seperti ini tidak akan mempengaruhi publik.
Bagi dia, masyarakat akan langsung paham ketika melihat gaya bahasa yang digunakan yang tujuannya memang hanya untuk memancing kemarahan warga.
Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Tegaskan Komitmen Makassar Perkuat Ketahanan Pangan di Tengah Ancaman El Nino 2026
IAS juga percaya bahwa kampanye hitam seperti ini akan membuat simpati publik kepada MULIA akan semakin meningkat menjelang hari H. Khususnya bagi pemilih yang belum membuat keputusan soal siapa yang akan mereka pilih.
Makanya, politikus Golkar itu meminta tim relawan dan simpatisan MULIA tetap tenang.
"Saya minta semua pendukung tetap tenang. jangan terpancing dan jangan membalas. Masyarakat Makassar sangat cerdas dan paham permainan busuk seperti ini," kata IAS.
Meski begitu, IAS mengingatkan tim, relawan, dan simpatisan MULIA untuk tetap waspada. Menurutnya, kampanye hitam seperti ini akan terus muncul dan semakin meningkat menjelang hari pemilihan.
"Jadi saya minta semua tim, relawan, dan simpatisan untuk menjaga wilayah dan basis masing-masing. Karena, serangan seperti ini kemungkinan akan berlanjut hingga hari pemilihan," ujarnya.
Selain imbauan kepada tim, relawan, dan simpatisan MULIA, IAS juga berharap peran aktif pengawas pilkada dan pihak keamanan. "Kita tidak mau demokrasi tercederai dengan cara-cara kotor seperti ini," tegasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




