Jejakfakta.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar resmi meluncurkan program sambungan air bersih gratis bagi warga kurang mampu, sebagai bagian dari komitmen dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Program ini dimulai dengan 600 titik sambungan dan ditargetkan mencapai 2.000 sambungan hingga akhir 2025.
Dengan semangat melayani dan membenahi dari hulu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham menghadirkan program sambungan air bersih gratis, yang secara simbolis diluncurkan di Jalan Monumen Emmy Saelan, Kecamatan Rappocini, Kamis (26/6/2025).

Program ini merupakan salah satu dari tujuh program unggulan pasangan Munafri-Aliyah (MULIA), dan menjadi realisasi kedua setelah peresmian Makassar Creative Hub.
Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Hadiri Rakor Pencegahan HIV-AIDS, Perkuat Komitmen Menuju Ending AIDS 2030

"Masih banyak warga kita yang belum menikmati air bersih. Hari ini, kita mulai menjawab itu secara bertahap," ujar Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam sambutannya.
Melalui Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar, program ini dilaksanakan tanpa melibatkan pihak ketiga, dan sepenuhnya dikerjakan oleh pegawai internal PDAM. Munafri menegaskan bahwa sambungan tersebut benar-benar gratis, bukan berbasis cicilan seperti program serupa di masa lalu.
Visi Baru PDAM: "SEGERA"
Baca Juga : TPA Tamangapa Mulai Berbenah, Sampah Organik Disiapkan Jadi Pakan Sapi
Bersamaan dengan peluncuran program, PDAM juga memperkenalkan nilai inti perusahaan bertajuk "SEGERA", akronim dari Sipakalebbi, Efisien, Good Governance, Empati, Responsif, dan Amanah. Visi baru ini diharapkan menjadi pondasi dalam memperkuat pelayanan publik yang profesional dan berintegritas.
"Program SEGERA ini luar biasa. Ini menjadi gambaran komitmen PDAM untuk tumbuh sebagai perusahaan yang sehat dan terpercaya," ucap Munafri.
Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham menambahkan, sistem pengaduan Whistle Blowing System (WBS) juga diluncurkan untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas perusahaan daerah.
Baca Juga : 20 Tahun Berdiri di Fasum, 10 Lapak di Gunung Lompo Battang Akhirnya Bongkar Mandiri
"Kami ingin memastikan bahwa seluruh pelayanan PDAM berpihak pada rakyat dan bebas dari penyimpangan," tegas Aliyah.
Plt Direktur Utama PDAM Makassar, Hamzah Ahmad, menyebut program ini sebagai bentuk nyata keberpihakan terhadap rakyat kecil. Ia mengungkapkan bahwa wacana sambungan gratis telah lama digaungkan, namun baru kali ini benar-benar terwujud.
"Ini bukan janji lagi, tapi sudah mulai dikerjakan. Sejak 2011 saya mendengar wacana ini, dan hari ini sejarah mencatat bahwa program itu terlaksana," kata Hamzah.
Baca Juga : Aliyah Hadiri Urban Climate Forum 2026, Makassar Bahas Tantangan Kota di Tengah Perubahan Iklim
Program ini tidak mengandalkan anggaran besar dan dirancang sebagai proyek percontohan yang akan diperluas ke wilayah timur dan utara Makassar.
Sebagai bentuk penguatan pengawasan, Pemkot Makassar juga menunjuk Hasanuddin Leo sebagai anggota Komite Audit PDAM untuk memperkuat sistem pengelolaan perusahaan.
Langkah ini menegaskan arah kepemimpinan Munafri-Aliyah yang humanis dan pro rakyat, dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar. Program air bersih gratis ini menjadi bukti bahwa pemerintahan kota tidak hanya berjanji, tetapi juga hadir membawa solusi konkret.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



