Kamis, 17 September 2026 20:10

Aliyah Mustika Ilham Hadiri Rakor Pencegahan HIV-AIDS, Perkuat Komitmen Menuju Ending AIDS 2030

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, saat menghadiri Rakor dalam rangka upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Travelers Phinisi, Jalan Lamaddukelleng Buntu, Makassar, Kamis (17/9/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, saat menghadiri Rakor dalam rangka upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Travelers Phinisi, Jalan Lamaddukelleng Buntu, Makassar, Kamis (17/9/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham menghadiri Rakor Pencegahan HIV-AIDS dan memperkuat sinergi lintas sektor menuju Ending AIDS 2030.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS sebagai bagian dari dukungan terhadap target Ending AIDS 2030 di Sulawesi Selatan.

Komitmen tersebut disampaikan Aliyah saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut digelar di Hotel Travelers Phinisi, Jalan Lamaddukelleng Buntu, Makassar, Kamis (17/9/2026).

Rakor yang diikuti sekitar 100 peserta itu menjadi ruang strategis untuk memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam menghadapi persoalan HIV-AIDS, khususnya dalam meningkatkan upaya pencegahan, deteksi dini, penanganan, serta edukasi kepada masyarakat.

Baca Juga : TPA Tamangapa Mulai Berbenah, Sampah Organik Disiapkan Jadi Pakan Sapi

Bagi Pemerintah Kota Makassar, penguatan kolaborasi menjadi bagian penting untuk memastikan upaya penanggulangan HIV-AIDS dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Aliyah Mustika Ilham menyampaikan bahwa persoalan HIV-AIDS membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Tidak hanya sektor kesehatan, tetapi juga perangkat daerah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, komunitas, serta seluruh elemen masyarakat.

“Upaya pencegahan HIV-AIDS tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor agar langkah pencegahan, edukasi, deteksi dini, hingga penanganan dapat berjalan secara optimal,” ujar Aliyah Mustika Ilham.

Baca Juga : 20 Tahun Berdiri di Fasum, 10 Lapak di Gunung Lompo Battang Akhirnya Bongkar Mandiri

Ia juga menekankan pentingnya penguatan edukasi dan kesadaran masyarakat, khususnya kelompok usia produktif, sebagai bagian dari langkah preventif untuk menekan risiko penularan HIV-AIDS.

Menurutnya, Pemerintah Kota Makassar akan terus mendorong perangkat daerah dan jajaran terkait untuk memperkuat koordinasi serta mendukung program penanggulangan HIV-AIDS yang sejalan dengan kebijakan pemerintah provinsi dan target nasional.

“Pemerintah Kota Makassar tentu berkomitmen mendukung upaya menuju Ending AIDS 2030. Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun kesadaran masyarakat, memperkuat pencegahan, dan memastikan mereka yang membutuhkan mendapatkan akses layanan serta pendampingan,” tambahnya.

Baca Juga : Aliyah Hadiri Urban Climate Forum 2026, Makassar Bahas Tantangan Kota di Tengah Perubahan Iklim

Berdasarkan data yang disampaikan dalam rakor, temuan kasus HIV-AIDS di Sulawesi Selatan tercatat sebanyak 2.660 kasus pada 2023, kemudian 2.486 kasus pada 2024 dan 1.939 kasus pada 2025. Sementara pada periode Januari hingga Juli 2026, tercatat sebanyak 963 kasus.

Berdasarkan kelompok umur, temuan kasus didominasi kelompok usia 25–49 tahun dengan persentase sebesar 58 persen. Selanjutnya, kelompok usia 15–24 tahun sebesar 35 persen, usia 30–50 tahun sebesar 6 persen, serta kelompok usia 15 tahun ke bawah sebesar 1 persen.

Dari data tersebut, Kota Makassar mencatat temuan kasus tertinggi di Sulawesi Selatan dengan 445 kasus. Selanjutnya, Kabupaten Gowa sebanyak 74 kasus, Kota Palopo 38 kasus, Kabupaten Bulukumba 34 kasus, Kabupaten Jeneponto 27 kasus, Kabupaten Luwu Timur 23 kasus, dan Kabupaten Bantaeng sebanyak 20 kasus.

Baca Juga : Pemkot Makassar Siapkan 40 Titik SPAM Baru untuk Atasi Kekeringan Jangka Panjang

Data tersebut menjadi perhatian bersama sekaligus memperkuat pentingnya langkah kolaboratif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di Kota Makassar.

Aliyah Mustika Ilham menegaskan, tingginya angka temuan di Kota Makassar harus direspons dengan memperkuat langkah-langkah preventif dan promotif, termasuk edukasi kepada masyarakat serta peningkatan koordinasi antarpemangku kepentingan.

“Angka ini tentu menjadi perhatian kita bersama. Karena itu, pencegahan harus terus diperkuat. Edukasi kepada masyarakat juga penting agar informasi yang benar mengenai HIV-AIDS dapat dipahami dengan baik dan tidak menimbulkan stigma,” jelasnya.

Baca Juga : Tinjau Wajah Baru TPA Tamangapa, Appi: Kita Tidak Mau Mewariskan Kota yang Jorok kepada Generasi Berikutnya

Ia berharap rakor tersebut dapat menghasilkan penguatan strategi dan langkah konkret yang dapat diterapkan secara sinergis di masing-masing daerah.

“Harapan kita bersama, koordinasi ini tidak berhenti pada forum rapat saja, tetapi menghasilkan langkah nyata di lapangan. Pemkot Makassar siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan seluruh pihak terkait,” tutupnya.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham turut didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Makassar, Ahmad Asy' Arie.

Hadir pula Wakil Bupati/Wakil Wali Kota se-Sulawesi Selatan, instansi vertikal, kepala dinas, badan dan biro terkait lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Kabid P2P/pengelola program HIV-AIDS kabupaten/kota, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I–XII Provinsi Sulawesi Selatan, Sekretaris KPA kabupaten/kota, Pengurus KPAP Sulawesi Selatan, PMI Provinsi Sulawesi Selatan, serta LSM pemerhati HIV-AIDS. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Aliyah Mustika Ilham #HIV-AIDS Makassar #pencegahan HIV-AIDS #Ending AIDS 2030 #Pemkot Makassar #Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan #HIV AIDS Sulsel #kasus HIV Makassar #Dinkes Makassar
Youtube Jejakfakta.com